Jepang Ciptakan Robot Biksu untuk Layani Konsultasi: Bisa Dipakai Ritual Keagamaan

Jepang Ciptakan Robot Biksu untuk Layani Konsultasi: Bisa Dipakai Ritual Keagamaan

ROBOT BIKSU bersama Profesor Seiji Kumagai dari Kyoto University saat konverensi pers, Rabu, 25 Februari 2026.-Kyodo News-

Industri robot kian menjulur ke berbagai bidang. Termasuk bidang keagamaan. Maka, hadirkah Buddharoid di Kyoto University, Jepang.

IA duduk di aula sebuah kuil di Kyoto. Jubahnya abu-abu. Dua tangannya terkatup. Geraknya pelan. Langkahnya pendek. Suaranya bariton. Tenang.

Ya, itulah robot yang dijuluki Buddharoid. Android yang difungsikan sebagai ’’biksu’’ alias pemuka agama.

Penciptanya adalah para peneliti dari Kyoto University. Mereka memperkenalkan robot biksu dengan kecerdasan buatan. Karena itu, robot tersebut bisa memberikan nasihat spiritual. Bahkan, suatu hari nanti bisa membantu mengatasi kekurangan biksu manusia di Jepang.

BACA JUGA:Nestapa Punch, Monyet Jepang yang Beribu Boneka Orangutan: Publik Simpati, Boneka Jadi Laris

BACA JUGA:Ketika Robot-Robot Jadi Aktor Utama Festival Musim Semi Tiongkok: Imlek dari Masa Depan

Mesin itu dilatih dengan kitab-kitab Buddha. Termasuk naskah-naskah yang hanya diketahui segelintir golongan biksu senior. 

Pihak universitas menyebut, Buddharoid bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan sensitif yang mungkin enggan diungkapkan seseorang kepada manusia lain. Dalam ruang-ruang ibadah, kehadirannya tidak hanya melalui suara. Tapi hadir pula lewat gestur fisik yang meniru biksu. Mulai membungkuk, berjalan perlahan, hingga merapatkan kedua telapak tangan dalam doa.

“Di masa depan, bukan tidak mungkin mereka akan membantu atau menggantikan sebagian ritual keagamaan yang secara tradisional dilakukan oleh biksu manusia,” kata pihak universitas dalam pernyataan resmi pada 25 Februari.

Robot tersebut merupakan karya terbaru Profesor Seiji Kumagai dari Institute for the Future of Human Society di Kyoto University.


ROBOT BIKSU mengatupkantangan di salah satu kuil di Kyoto, Jepang.-NHK World-

Kumagai, yang juga seorang biksu, sebelumnya bekerja sama dengan perusahaan rekayasa untuk mengembangkan chatbot keagamaan berbasis AI. Misalnya, Buddha Bot untuk penganut agama Buddha. Atau Bot Katekismus untuk warga Kristen.

Nah, dalam proyek paling anyar ini ia memasang versi mutakhir “BuddhaBotPlus” pada robot humanoid buatan Tiongkok, Unitree G1. Akhirnya, lahirlah Buddharoid.

Dalam sesi konferensi pers. seorang jurnalis muda dari penyiar nasional NHK mengaku kerap dilanda kecemasan. Robot itu menjawab dengan suara yang menenangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: