Mengenali Jati Diri Anak Muda lewat Kajian di Kampoeng Ramadan, Quarter Life Crisis Bisa Diatasi
ARIO MUHAMMAD (paling kiri) dan Iman Harymawan (tengah) membantu dalam memberikan pencerahan kepada generasi muda dalam pengenalan jati diri.- Calista Salsabila Azhari - Harian Disway
HARIAN DISWAY - Manusia pasti pernah mengalami fase kehilangan arah dan jadi sulit mengenali jati diri. Perasaan itu sangat wajar, semua orang pasti pernah mengalaminya, terutama ketika memasuki usia yang produktif.
Rasa bingung dan takut kadang muncul karena ketidakpastian masa depan dan kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain.
Melalui kajian di Kampoeng Ramadan, sekitar 200 peserta mendapatkan pencerahan tentang proses menemukan jati diri dalam bingkai Muslim.
Kampoeng Ramadan yang berlangsung pada 28 Februari-1 Maret 2026 adalah kolaborasi Kampoeng Steak, mahasiswa pendidikan LESTARI, Komunitas Belajar Kelas Asyik (KLASIK), serta Center for Environmental, Social, and Governance Studies Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (CESGS FEB UNAIR).
BACA JUGA:Puasa Ramadan untuk Perbaikan DNA dan Cegah Mutasi Sel Pemicu Kanker Secara Alami
BACA JUGA:Makna 10 Hari Pertama Ramadan yang Dipenuhi Rahmat

SUASANA kajian di Kampoeng Ramadan pada Sabtu, 28 Februari 2026. - Calista Salsabila Azhari - Harian Disway
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat melalui narasumber kajian yang insightful,” terang Azizah Kholili, koordinator acara sekaligus perwakilan KLASIK kepada Harian Disway pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Pada hari pertama, Kampoeng Ramadan menghadirkan narasumber Ario Muhammad, Ph.D selaku CEO & founder Edufic dan Main Nalar. Narasumber kedua adalah Prof. Iman Harymawan, direktur CESGS FEB UNAIR.
Topik Sabtu sore itu adalah Menemukan Jati Diri. Iman mengatakan bahwa tantangan generasi 20-an dalam kehidupan adalah menghadapi fenomena quarter life crisis.
Itu adalah periode normal dalam kehidupan manusia, di mana kalangan berusia 20-an hingga 30-an awal mengalami ketidakpastian dan kebingungan karena tidak mengerti arah atau tujuan hidup.
BACA JUGA:Variatif dan Kaya Rasa, Ini Inspirasi Menu Takjil Ramadan 2026 dari A sampai Z
BACA JUGA:Kultum Singkat Ramadan 2026, Keutamaan 10 Hari Pertama yang Penuh Rahmat
“Saya sering menemui tiga karakter ini pada mahasiswa. Pertama, IPK tinggi, sukses akademik, dan punya banyak sertifikat. Tetapi, dia merasa hambar dan hanya mengikuti arus,” ujar Iman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: