Ribuan Orang Berduka, Tiga Pejabat Tinggi Ambil Alih Kendali Pasca Wafatnya Khamenei
Warga Iran berkumpul di Jalanan Kota Teheran pada Minggu, 1 Maret 2026 dalam peringatan duka atas wafatnya Khamenei-Atta Kenare/AFP-
HARIAN DISWAY - Pemerintah Republik Islam Iran resmi mengumumkan masa transisi kepemimpinan nasional pada Minggu, 1 Maret 2026, menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Televisi pemerintah melaporkan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian akan memimpin masa transisi ini bersama dua pejabat tinggi lainnya, yaitu Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei dan seorang pejabat dari dewan hukum negara.
Penetapan trio kepemimpinan ini dikonfirmasi oleh Mohammad Mokhber, salah satu penasihat mendiang Khamenei, guna memastikan stabilitas pemerintahan di tengah gempuran militer asing.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, otoritas Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mengumumkan tujuh hari libur publik di seluruh negeri.
BACA JUGA: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Iran Janjikan Pembalasan yang Paling Sengit
BACA JUGA:Iran Lancarkan Serangan Balik ke Markas-Markas AS di Qatar, Bahrain, dan Kuwait
Di pusat kota Teheran, ribuan pelayat mulai berkumpul di alun-alun kota untuk meratapi kepergian pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei diklaim selamat pasca serangan besar-besaran AS dan Israel ke Teheran-Khamenei.IR via AFP -
Meskipun suasana duka menyelimuti, narasi perlawanan tetap digaungkan oleh pihak otoritas. "Dengan syahidnya Pemimpin Tertinggi, jalan dan misinya tidak akan hilang maupun dilupakan. Sebaliknya, hal itu akan dilanjutkan dengan semangat dan tekad yang lebih besar," tegas penyiar televisi pemerintah Iran dalam sebuah siaran emosional.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang bersumpah akan membalas dendam kepada pihak-pihak yang mereka sebut sebagai "pembunuh Imam Ummat".
BACA JUGA:Konflik Timur Tengah Pengaruhi Jadwal Umrah, 58.873 Jamaah Indonesia Masih di Arab Saudi
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa pengejaran terhadap para pelaku tidak akan berhenti. Mereka juga bersumpah akan menjatuhkan hukuman yang berat dan disesali oleh para pembunuh Khamenei. "Mereka tidak akan lepas dari tangan balas dendam bangsa Iran," bunyi pernyataan Garda Revolusi
Kondisi keamanan di ibu kota saat ini dilaporkan sangat ketat, dengan konsentrasi massa pelayat yang terus bertambah di tengah bayang-bayang ancaman serangan udara lanjutan dari pasukan koalisi AS-Israel.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: