Rating Pemain Barcelona yang Disingkirkan Atletico dari Copa Del Rey, Eksplosif tapi Kurang Beruntung

Rating Pemain Barcelona yang Disingkirkan Atletico dari Copa Del Rey, Eksplosif tapi Kurang Beruntung

Raphinha (kiri) seusai Barcelona gagal melaju ke final Copa Del Rey dan disingkirkan Atletico Madrid (Agg 3-4), Rabu 4 Maret 2026-Josep Lago-Getty Images

Sang wonderkid menjadi motor utama serangan Barcelona dan hampir membawa timnya menciptakan comeback bersejarah.

Namun, sosok paling menonjol justru Marc Bernal. Gelandang 18 tahun itu mencetak dua gol pertamanya sebagai pemain profesional dalam laga bertekanan tinggi.

Ia tampil dominan bersama Pedri di lini tengah dan menunjukkan kedewasaan permainan yang mengesankan. Penampilan ini bisa menjadi titik awal kebangkitannya setelah pulih dari cedera ACL.


Selebrasi Marc Bernal usai buat Barcelona unggul 3-0 dan perkecil agregat (3-4) lawan Atletico Madrid dalam laga semifinal leg kedua Copa Del Rey 2025/2026, Rabu 4 Maret 2026-Albert Gea-Reuters

Pau Cubarsi juga tampil solid di lini belakang. Setelah mendapat kritik akibat inkonsistensi musim ini, ia menunjukkan ketenangan dan kematangan dalam meredam serangan Atletico, bahkan ketika mulai kelelahan di akhir laga.

Di sisi lain, Joao Cancelo kembali tampil impresif untuk kali kedua beruntun. Penampilannya menjadi kabar baik di tengah cederanya Jules Kounde dan Alejandro Balde. Absennya dua bek utama menjadi kekhawatiran baru bagi pelatih Hansi Flick.

Namun, ada masalah di lini depan. Ferran Torres tampil jauh dari harapan, sementara Robert Lewandowski masih cedera. Bahkan Ronald Araujo sempat dimainkan sebagai penyerang di 20 menit akhir. Posisi penyerang tengah menjadi persoalan serius.

BACA JUGA:VAR Dinilai Rugikan Barcelona Saat Lawan Atletico, Frenkie de Jong: Ini Skandal!

BACA JUGA:Rating Pemain Barcelona yang Dihajar Atletico 0-4, Lini Belakang Ancur Lebur

Dominasi Statistik Tanpa Hasil Maksimal


Dani Olmo (kiri) dan Joao Cancelo (kanan) seusai Barcelona gagal melaju ke final Copa Del Rey dan disingkirkan Atletico Madrid (Agg 3-4), Rabu 4 Maret 2026-David Ramirez-Getty Images

Secara statistik, Barcelona benar-benar mendominasi pertandingan. Mereka mencatatkan 71% penguasaan bola, 21 tembakan (sembilan tepat sasaran), serta 15 tendangan sudut tanpa balasan. 

Expected goals (xG) mereka mencapai 3,08 dibandingkan 0,68 milik Atletico. Blaugrana juga menciptakan empat peluang besar, sementara Atletico tidak memiliki satu pun.

Meski begitu, dominasi tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan secara agregat. Barcelona menunjukkan semangat, kualitas individu, dan intensitas tinggi, tetapi efektivitas akhir tetap menjadi pembeda.

Kekalahan ini menyakitkan, bukan hanya karena gagal ke final, tetapi juga karena performa mereka pantas mendapatkan lebih. Kini, fokus harus beralih ke kompetisi lain, sambil berharap badai cedera tidak semakin memperumit langkah mereka di sisa musim. (*)

BACA JUGA:Atletico Madrid vs Barcelona 4-0, Blaugrana Dirujak, Griezmann cs Satu Kaki di Final Copa Del Rey

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: goal.com