Universitas Ciputra Edukasi Bahaya Kanker Rongga Mulut Lewat Program Halo UC Dok

Universitas Ciputra Edukasi Bahaya Kanker Rongga Mulut Lewat Program Halo UC Dok

Universitas Ciputra Edukasi Bahaya Kanker Rongga Mulut Lewat Program Halo UC Dok-Universitas Ciputra Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Luka di mulut yang tak kunjung sembuh sering dianggap sariawan biasa.

Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal kanker rongga mulut. Penyakit itu kerap mengalami keterlambatan diagnosis.

Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat bahwa kanker bibir dan rongga mulut masih termasuk dalam kasus kanker yang ditemukan di Indonesia.

Sejumlah studi klinis menunjukkan hal mengkhawatirkan. Bahwa banyak pasien baru terlambat memeriksakan diri.

BACA JUGA:Industri Kreatif Universitas Ciputra Ajak Pelajar Eksplorasi Desain Material lewat Workshop Keramik

BACA JUGA:Universitas Ciputra Gelar Workshop Video Editing, Paparkan Angle Kamera hingga Storytelling

Atau baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut. Sebab, mereka sering menganggap sepele gejala awal.

Merespons kondisi tersebut, Universitas Ciputra Surabaya meluncurkan program baru bertajuk “Halo UC Dok."

Program itu sebagai sebuah wadah konsultasi kesehatan interaktif. Terbuka untuk masyarakat umum dan disiarkan langsung melalui TikTok Official Universitas Ciputra Surabaya.

Halo UC Dok hadir secara rutin setiap minggu. Terjadwal pada Rabu untuk konsultasi kesehatan gigi dan mulut, Kamis untuk konsultasi kesehatan umum.

BACA JUGA:Universitas Ciputra Gelar Workshop Cake Decorating, Siswa SMA Pelajari Tren Pastry dan Bisnis Kuliner

BACA JUGA:Watercolor Workshop Pungkasi Creative Space 2026 di Universitas Ciputra Surabaya

Dalam format live selama satu jam, Pukul 15.30-16.30 WIB di Tiktok pada 4 Maret 2026, masyarakat dapat bertanya langsung kepada dokter secara real-time tanpa biaya.


Universitas Ciputra Edukasi Bahaya Kanker Rongga Mulut Lewat Program Halo UC Dok Foto: Kiri dokter Karlina dan Kanan dokter Nurfitri saat memaparkan terkait Halo UC Dok-Universitas Ciputra Surabaya-

Pada edisi perdana konsultasi gigi, dua dokter spesialis penyakit mulut, drg. Karlina Puspasari dan drg. Nurfitri Amaliah, membahas tanda bahaya luka di rongga mulut yang sering diabaikan.

“Sariawan normal biasanya sembuh dalam 7-14 hari. Jika lebih dari dua minggu tidak membaik, apalagi disertai perubahan warna atau jaringan terasa keras, itu perlu diperiksakan,” jelas drg. Karlina.

Menurut drg. Nurfitri, keterlambatan pemeriksaan sering terjadi karena masyarakat tidak merasakan nyeri pada tahap awal.

BACA JUGA:Lewat Alumni Talk Beyond Design, Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Diajak Menyusun Arah Karier Kreatif

BACA JUGA:Mix and Match hingga Glowy Look, Universitas Ciputra Surabaya Bekali Gen Z Lewat Workshop Fashion dan Makeup

“Kanker rongga mulut pada stadium awal sering tidak terasa sakit. Justru karena tidak nyeri, orang menunda pemeriksaan. Edukasi seperti itu penting. Supaya masyarakat lebih peka terhadap perubahan di tubuhnya sendiri,” ujarnya.

Michael Hery Tera, Vice Rector for Operations, Technology, and Resources Universitas Ciputra, menyebut bahwa melalui Halo UC Dok, Universitas Ciputra tidak hanya menghadirkan edukasi.

Tetapi juga membuka akses konsultasi yang lebih mudah, cepat, dan relevan dengan kebiasaan masyarakat di era digital. 

"Halo UC Dok adalah wujud komitmen Universitas Ciputra dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat Indonesia. Terutama terkait kanker rongga mulut," terangnya.

BACA JUGA:PT TPS Kolaborasi Dengan Universitas Ciputra Lewat Real Business Solution: Perkenalkan Industri Maritim Pada Kampus

BACA JUGA:Lewat Entrepreneurial Selling Mahasiswa Universitas Ciputra Belajar Bisnis sejak Dini, Inilah Pemenangnya!

Program itu diharapkan menjadi jembatan antara tenaga medis dan publik. Sekaligus mendorong budaya deteksi dini sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. (*)

*) Peserta Maganghub Kemnaker RI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: