Dominasi Ducati Mulai Terancam? Gigi Dall'Igna Akui Rival Kini Semakin Mendekat
Luigi Dall'Igna, general manager Ducati Corse, terlihat sedang memantau kinerja pembalapnya saat k ualifikasi Q2 GP Thailand 2026.--Twitter Ruben Carballo @Ruben_DXT
Gigi juga mencatat bahwa di Buriram Ducati harus bekerja keras hingga detik-detik terakhir untuk menemukan pengaturan yang tepat agar ban belakang tidak mengalami overheating .
Membantu para pembalap Ducati untuk melepaskan diri dari kepungan motor pabrikan Jepang dan Eropa lainnya di GP Thailand menjadi bukti bahwa “zona nyaman” Ducati mulai terguncang .
BACA JUGA:MotoGP Thailand 2026: Bezzecchi Rebut Pole Position Usai Duel Sengit dengan Marc Marquez
BACA JUGA:Aprilia Perkenalkan Aerodinamika Aktif di MotoGP 2026, Manfaatkan Celah Regulasi
Secara umum, apa yang disampaikan Gigi Dall'Igna dapat dilihat sebagai bentuk transparansi sekaligus taktik psikologis. Ia ingin mengingatkan mengingatkan bahwa status juara bertahan bukan hanya kebanggaan, tetapi juga beban dan target besar.
Di sisi lain, dengan para kompetitor yang semakin “lapar” serta teknologi mereka yang mulai menyamai Desmosedici, Ducati dipaksa untuk terus berinovasi tanpa henti.
Dari hasil balapan GP Thailand, di klasemen tim menempatkan KTM Red Bull di tiga besar dengan 45 poin, Aprilia Racing dengan 43 poin, serta Aprilia TrackHouse Racing dengan 40 poin. Sementara itu, Ducati VR46 Racing berada di peringkat keempat dengan 20 poin, unggul tiga poin dari Ducati Lenovo Team .
Seri kedua MotoGP akan digelar pada 20–22 Maret 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil . Secara hitungan, Ducati masih memiliki kesempatan untuk menyempurnakan settup motornya.
Pertanyaannya kini, apakah Ducati mampu mempertahankan supremasinya di tengah gempuran pabrikan lain yang semakin kompetitif? Ataukah musim 2026 akan menjadi awal dari pergeseran kekuasaan di kelas para raja MotoGP? (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: