Misteri Pecahnya Velg Marc Marquez di GP Thailand, Alarm untuk Ducati!

Misteri Pecahnya Velg Marc Marquez di GP Thailand, Alarm untuk Ducati!

Ban belakang motor Marc Marquez tampak kempis dan terlihat ada pinggir Velg nya yang rusaknya parag--Twitter M Sports @MSports_all

HARIAN DISWAY - Insiden pecahnya velg belakang motor Marc Marquez di Sirkuit Internasional Chang mengguncang paddock MotoGP. Bukan sekadar kesalahan melebar di Tikungan 4, peristiwa ini membuka diskusi serius tentang batas toleransi kekuatan material, efek brutal downforce modern, dan risiko tersembunyi dari desain aerodinamika ekstrem pada Ducati Desmosedici GP26.

Bagaimana mungkin velg berbahan forged magnesium yang sudah dirancang untuk menahan beban ekstrem bisa pecah seketika hanya karena melibas kerb? Itulah pertanyaan besar yang muncul di kalangan penggemar MotoGP di seluruh dunia.

MotoGP menggunakan velg berbahan magnesium alloy. Bahan ini sangat ringan dan kaku, namun memiliki sifat mekanis yang lebih getas dibandingkan aluminium.

Berdasarkan pengakuan Marc Marquez, ia sedikit melebar di Tikungan 4 dan memilih mengambil jalur luar. Satu kesalahan kecil di tikungan tersebut ternyata berakhir fatal secara teknis.

BACA JUGA:GP Thailand 2026: Bezzecchi Dominan, Acosta Konsisten, Marc Marquez Apes

BACA JUGA:Debut Sensasional Veda Ega Pratama di Moto3 GP Thailand 2026, Nyaris Podium!

Kejadian ini terasa janggal, sebab selama sesi latihan para pembalap telah melewati titik yang sama ratusan kali tanpa kendala berarti.

Secara teori, kerb di Sirkuit Internasional Chang memang dirancang relatif ramah dan cukup datar. Kerb merupakan gundukan beton bertekstur yang dipasang di tepi lintasan, biasanya dicat merah-putih atau kombinasi warna kontras lainnya.

Masalah sepertinya bukan terjadi saat motor naik ke atas kerb, melainkan ketika ban belakang Ducati Desmosedici GP26 milik Marc kembali menapak ke aspal dari sisi luar kerb. Setelah memotong kerb dan roda belakang menyentuh aspal, motor langsung terguncang keras.


Motor Marc Marquez saat dievakusi oleh marshal lintasan, saat GP Thailand pada 1 Maret 2026.--Twitter M Sports @MSports_all

Ada kemungkinan terjadi fenomena point loading, yakni ketika seluruh beban motor seberat 157 kg ditambah beban aerodinamika (downforce) dan berat pembalap terkonsentrasi pada satu titik tajam di bibir velg.

Saat menghantam tepian tajam, ban bisa terjepit hingga habis (bottoming out), sehingga bibir velg menghantam beton atau aspal secara langsung tanpa peredaman dari tekanan udara di dalam ban. Kondisi inilah yang diduga menyebabkan retakan pada velg (rim crack) dan membuat udara keluar seketika.

Tak bisa diabaikan pula peran perangkat aerodinamika modern di MotoGP, di mana Ducati menjadi salah satu pelopor utamanya.

Pada kecepatan tinggi, perangkat seperti winglet depan, side pod, hingga diffuser belakang mampu menghasilkan gaya tekan ke bawah hingga ratusan kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: