Hari Ketujuh Perang, Iran Lancarkan Operasi Janji Sejati Gelombang 24

Hari Ketujuh Perang, Iran Lancarkan Operasi Janji Sejati Gelombang 24

Iran melancarkan operasi Janji Sejati 4 gelombang 24 pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Sasar Israel dan pangkalan AS-Press TV-

HARIAN DISWAY — Angkatan Bersenjata Iran meluncurkan gelombang ke-24 dari "Operasi Janji Sejati 4" pada Sabtu dini hari, 7 Maret 2026 sebagai bentuk balasan atas kampanye militer Amerika Serikat dan Israel.

Serangan masif ini melibatkan rentetan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan jantung wilayah pendudukan serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Menurut laporan kantor berita Tasnim, operasi defensif ini dimulai pada jam-jam awal hari Sabtu, 7 Maret 2026. Setidaknya tiga rudal yang ditembakkan Iran dilaporkan berhasil menghantam target yang telah ditentukan di Tel Aviv.

Pihak Teheran menegaskan bahwa operasi ini merupakan balasan langsung terhadap agresi militer mematikan yang dilancarkan AS dan Israel pasca-pembunuhan Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, beserta jajaran komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari lalu.

BACA JUGA:Rudal Iran Hujani Kota-Kota di Israel, Kerusakan Meluas Saat Sishanud Kewalahan

BACA JUGA:Iran Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Tel Aviv, Bawa 80 Bom Tandan

Serangan balasan Iran ini dilaporkan menyasar area militer dan fasilitas strategis.


Iran melancarkan operasi Janji Sejati 4 gelombang 24 pada hari Sabtu-Tasnim News-

Selain serangan udara ke wilayah Israel, Angkatan Laut Iran mengonfirmasi telah mengerahkan gelombang besar drone untuk menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait. "Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan wilayah pendudukan dengan gelombang besar serangan drone," bunyi pernyataan resmi militer melalui kantor berita IRNA.

Beberapa lokasi yang dikonfirmasi menjadi sasaran adalah pangkalan Al Minhad di UEA, sebuah pangkalan militer di Kuwait, serta "fasilitas strategis" di dalam wilayah Israel.

Hingga berita ini diturunkan, perang regional tersebut telah memasuki minggu kedua dengan intensitas serangan yang terus meningkat dari kedua belah pihak, mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer maupun sipil di kawasan Timur Tengah.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: