Karbala

Karbala

ILUSTRASI Karbala.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Banyak tradisi mistis Syiah yang dipraktikkan sunni. Penghormatan terhadap orang suci atau wali, ziarah ke makam-makam keramat, perkabungan orang meninggal selama 40 hari, adalah praktik ritual yang sama-sama dilakukan Syiah dan Sunni.

Syiah adalah sekte politik yang menginginkan Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah penerus Rasulullah. Namun, para sahabat senior yang dipimpin Umar bin Khattab tidak menghendaki kepemimpinan Islam berlanjut menjadi dinasti.

Begitu Rasulullah wafat, Umar dan Abu Bakar bersama kelompok Muhajirin melakukan perundingan politik dengan kalangan Ansar untuk menentukan khalifah. Perundingan berjalan alot dan sengit. Hampir terjadi perkelahian.

Akhirnya Abu Bakar terpilih secara aklamasi. Ali bin Abi Thalib tidak ikut dalam perundingan karena merawat jenazah Rasulullah. Umar bin Khattab  lalu mendatangi Ali dan memintanya berbaiat kepada Abu Bakar. 

Ali menutup pintu rumahnya. Umar mendobraknya dan melukai Fatimah yang sedang hamil sampai keguguran. Ali dengan enggan berbaiat. Itulah yang menimbulkan kebencian Syiah kepada para sahabat.

Dunia tahu bahwa hanya Iran yang berani melawan Amerika Serikat dan Israel. Negara-negara Sunni seperti Arab Saudi justru menjadi sekutu AS. Iran dibiarkan terisolasi sendirian.

AS boleh unggul secara militer. Namun, semangat Karbala tidak akan mudah ditundukkan oleh siapa pun. Sebagaimana semboyan syahid Syiah, ”setiap tanah adalah Karbala, setiap hari adalah Asyura”. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: