BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton Setelah Setahun Layanan Bullion Bank

BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton Setelah Setahun Layanan Bullion Bank

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (enam dari kiri) dalam acara Launching Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap yang diselenggarakan Kementerian Perekonomian dan juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (tengah) di Jak-BSI-BSI

Ia juga menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah.

“Dalam transaksi syariah kami tidak diperbolehkan menjual barang yang belum dimiliki. Karena itu seluruh transaksi emas di BSI memiliki underlying berupa emas fisik yang tersimpan di vault kami,” jelasnya.

Kinerja Keuangan BSI Tetap Solid

Bisnis emas juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja BSI sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, total aset BSI tercatat mencapai Rp456 triliun, tumbuh 11,64 persen secara tahunan (YoY).

Sementara itu, pembiayaan meningkat 14,49 persen YoY dengan kualitas yang tetap terjaga, tercermin dari cost of financing (CoC) sebesar 0,84 persen. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh 16,20 persen YoY menjadi Rp380 triliun.

BSI optimistis transformasi perusahaan sebagai persero serta posisinya di bawah holding investasi negara Danantara akan semakin memperkuat pengembangan bisnis bullion bank sebagai mesin pertumbuhan baru.

BACA JUGA:Kolaborasi Ziswaf BSI dan HokBen, Hadirkan Kebahagiaan untuk 4.500 Anak Yatim

BACA JUGA:Garap Potensi Jutaan Jamaah, Bank Syariah Indonesia Luncurkan BSI Tabungan Umrah

Dukungan Pemerintah dan Regulator

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai emas merupakan instrumen investasi yang memiliki ketahanan tinggi dalam berbagai kondisi ekonomi.

“Emas menjadi instrumen investasi safe haven dalam kondisi apa pun. Untuk itu kami terus mendorong industri jasa keuangan, termasuk Bank Syariah Indonesia, meningkatkan ekosistem bullion bank agar menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan komitmen regulator dalam mendukung pengembangan industri bullion di Indonesia.

Menurutnya, OJK akan terus mendukung pemerintah dalam memperkuat ekosistem bullion bank agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat.

Dorong Literasi Investasi Emas

Ke depan, BSI berkomitmen memperkuat inovasi layanan bullion bank sekaligus memperluas literasi investasi emas syariah. Perseroan juga meluncurkan kampanye edukasi bertajuk “Langkah Emas Generasi E.M.A.S.” untuk mendorong masyarakat semakin dekat dengan investasi emas.

Selain sebagai instrumen investasi, BSI juga ingin memperluas pemanfaatan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan nasabah, seperti persiapan ibadah haji, pembelian rumah, hingga tujuan finansial jangka panjang lainnya.

Dengan momentum satu tahun perjalanan ini, BSI optimistis bisnis bullion bank akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru perusahaan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: