BSI Catat Emas Kelolaan 22,5 Ton Setelah Setahun Layanan Bullion Bank
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (enam dari kiri) dalam acara Launching Indonesia Bullion Ecosystem Roadmap yang diselenggarakan Kementerian Perekonomian dan juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto (tengah) di Jak-BSI-BSI
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Setahun sejak peluncuran layanan bullion bank, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan dalam bisnis emas. Hingga awal 2026, total emas kelolaan perseroan telah mencapai 22,5 ton, menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan bank emas di Indonesia.
Layanan bullion bank sendiri resmi diluncurkan pada 26 Februari 2025 dan menjadi bagian dari inisiatif strategis pemerintah dalam memperkuat pengelolaan emas nasional. Program tersebut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah izin kegiatan usaha bullion diberikan kepada BSI dan Pegadaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan layanan bank emas menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujar Anggoro.
BACA JUGA:BSI dan Danantara Santuni 5.000 Anak Yatim di 9 Kota selama Ramadan
BACA JUGA:BSI dan OJK Luncurkan Program 5.000 Duta Literasi Keuangan Syariah untuk Generasi Muda
Minat Generasi Muda terhadap Investasi Emas Meningkat
Selain meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion bank juga mendorong inklusi kepemilikan emas di masyarakat. Kemudahan akses digital serta konsep investasi yang sesuai prinsip syariah membuat emas semakin diminati berbagai segmen nasabah.
Hal ini terlihat dari meningkatnya komposisi nasabah emas dari kalangan Generasi Z yang naik dari 24 persen menjadi 32 persen.
Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 juga mengalami pertumbuhan signifikan. Bank syariah terbesar di Indonesia ini mencatat penambahan lebih dari 2 juta nasabah, sehingga total nasabahnya kini melampaui 23 juta orang, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.
Layanan bullion bank bahkan menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru. Dalam satu tahun, jumlah nasabah bullion meningkat lebih dari 400 persen.
Ekosistem Emas Terintegrasi
Menurut Anggoro, kehadiran bullion bank melengkapi layanan emas BSI yang telah lebih dulu tersedia, seperti cicil emas dan gadai emas.
Kini, BSI memiliki ekosistem emas yang lebih terintegrasi, mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas hingga layanan BSI Gold.
BACA JUGA:Transaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen, Tembus 150 Ribu di Pekan Pertama Ramadan
BACA JUGA:Harga Emas Tembus Rp3,1 Juta per Gram, BSI Pastikan Stok Aman di Tengah Lonjakan Permintaan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: