Istri Muda Bunuh Suami di Tigaraksa, Tangerang: Nikah Lagi dan Lagi
ILUSTRASI Istri Muda Bunuh Suami di Tigaraksa, Tangerang: Nikah Lagi dan Lagi.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Kini Elsa tersangka pembunuh suami dan ditahan di polres. Dia dijerat Pasal 458 KUHP, pembunuhan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Pria cenderung poligini. Itu kodrati. Penyebabnya beragam. Bisa bosan dengan istri atau ingin mendapatkan pengalaman seks yang baru atau merasa bahwa hidup cuma sekali mengapa tidak menikah lebih dari sekali atau hal lain.
Di Indonesia yang mayoritas muslim, pria merujuk ajaran agama yang membolehkan pria menikah sampai empat (dalam waktu bersamaan) asalkan mampu memperlakukan para istri setara alias adil. Juga, pernikahan kedua dan seterusnya wajib mendapatkan izin dari istri.
Pernyataan Andi ke Elsa bahwa ia akan menikah lagi mungkin dimaksudkan permintaan izin, walaupun Elsa sudah istri muda yang berarti Andi punya istri tua. Berarti, Andi akan menikah ketiga.
Permintaan izin disampaikan dalam suasana panas saat Andi membanting barang-barang. Bisa karena ia emosional, tak paham waktu yang tepat untuk minta izin, atau itu memang modus bertujuan agar izin cepat disetujui Elsa.
Dikutip dari Psychology Today, 24 Oktober 2025, berjudul Why Every Couple Needs to ”Remarry”, karya Assael Romanelli, diulas tentang suami yang ingin menikah lebih dari satu (dalam waktu bersamaan).
Romanelli bergelar PhD, terapis pasangan pria-wanita atau pasutri berlisensi di New Jersey, AS. Ia aktif sebagai terapis didampingi istrinya, Galit. Ia dan Galit pencipta The Remarriage Roadmap, program daring yang membantu pasangan untuk menikah lagi secara sadar.
Ternyata yang dimaksud Romanelli sebagai ”pria menikah lagi” adalah menikah lagi dengan wanita yang sama. Unik.
Diungkapkan, setiap perkawinan (di AS bisa kumpul kebo) pasti suatu saat bermasalah. Pria-wanita saling mencintai, kemudian hidup bersama, hanya ”manis” pada sekitar tiga tahun pertama. Ada juga yang cuma setahun-dua tahun. Setelahnya bermasalah.
Romanelli menggambarkan pengalaman temannya, pasangan Jim dan Yolanda. Setelah 13 tahun perkawinan mereka, punya empat anak, kemudian Jim curhat ke Romanelli bahwa perkawinan itu sudah hambar. Saling menyalahkan, perang dingin, saling menahan diri agar tak bercerai.
Romanelli: ”Jim menatapku dan bertanya, ’apakah kamu benar-benar mungkin untuk tetap konsisten menginginkan pasanganmu setelah sekian tahun’?”
Dilanjut: ”Saat itu tahun 2014. Saya ayah muda yang kelelahan dengan dua anak kecil dan istri (Galit). Suatu malam saya membaca buku Mating in Captivity karya psikoterapis Esther Perel ketika saya menemukan sebuah kalimat yang membuat saya terhenti membaca.”
Kalimat itu berbunyi: ”Sebagian besar orang akan memiliki dua atau tiga pernikahan, atau hubungan serius, dalam kehidupan dewasa mereka. Beberapa dari mereka menikah lagi dengan orang yang sama.”
Kalimat itu membingungkan Romanelli. Apa maksudnya, menikah lagi dengan orang yang sama?
Romanelli: ”Saat itu saya dan Galit sedang belajar bagaimana menjadi pasangan dan orang tua. Gagasan bahwa saya harus ’menikah lagi’ dengan Galit suatu hari nanti terasa aneh.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: