Malam Takbiran Bisa Bersamaan dengan Nyepi di Bali, Kemenag Keluarkan Panduan Khusus

Malam Takbiran Bisa Bersamaan dengan Nyepi di Bali, Kemenag Keluarkan Panduan Khusus

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Republik Indonesia, Thobib Al Asyhar, menyampaikan panduan pelaksanaan takbiran di Bali jika Idulfitri 1447 H bertepatan dengan Hari Raya Nyepi dalam keterangannya di Jakarta.-Kementerian Agama RI-

HARIAN DISWAY - Kementerian Agama Republik Indonesia menyiapkan panduan khusus jika malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026.

Panduan ini disusun setelah Kementerian Agama berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat. Tujuannya agar kedua perayaan keagamaan dapat berlangsung dengan tertib sekaligus menjaga suasana saling menghormati.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, mengatakan sejak awal pihaknya telah melakukan pembahasan bersama berbagai pihak di Bali untuk mencari solusi terbaik.

“Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan ini tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian,” ujarnya di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.

BACA JUGA: Saat Nyepi, ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Jawa–Bali

BACA JUGA:Cara Dapat Libur 14 Hari Maret 2026: Nyepi dan Lebaran, Cek Kalender Cuti dan WFA Resmi

Menurutnya, umat Islam tetap dapat melaksanakan takbiran namun pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang menyesuaikan kondisi di Bali.

Takbiran diperbolehkan digelar di masjid atau mushola terdekat dengan berjalan kaki. Kegiatan tersebut juga tidak menggunakan pengeras suara, tidak menyalakan petasan atau bunyi-bunyian lain, serta memakai penerangan secukupnya.

Pelaksanaan takbiran juga dibatasi waktunya, yakni mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.

Selain itu, tanggung jawab pengamanan kegiatan berada di tangan pengurus masjid atau mushola masing-masing. Koordinasi dengan aparat keamanan setempat juga tetap dilakukan untuk menjaga ketertiban.

Pengamanan di tingkat wilayah akan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari prajuru desa adat, pengurus tempat ibadah, pecalang, linmas, hingga aparat desa dan kelurahan.

BACA JUGA:Daftar Tanggal Merah Maret 2026, Libur Panjang dan Rincian Cuti Bersama Idulfitri-Nyepi

BACA JUGA:Dukung Perayaan Nyepi, BRI Peduli Beri Bantuan Sembako dan Renovasi Pura di Tabanan

Kemenag menegaskan bahwa panduan ini hanya berlaku di Bali dan hanya digunakan jika malam takbiran memang bertepatan dengan Nyepi. Karena itu masyarakat diminta tidak keliru memahami aturan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: