Sinopsis Film Na Willa, Melihat Dunia dari Mata Gadis Mungil di Era 1960-an
Sinopsis Na Willa, melihat dunia dari mata anak-anak di era 1960-an.-Visinema Pictures-
HARIAN DISWAY - Libur lebaran kali ini bakal seru sekali dirayakan di bioskop. Karena ada film yang cocok disaksikan oleh seluruh keluarga. Judulnya Na Willa, besutan sutradara Ryan Adriandhy.
Ryan Adriandhy sebelumnya kita kenal lewat proyek animasi sukses Jumbo (2025). Film itu menjadi salah satu film terlaris Indonesia, ditonton 10,2 juta kali sepanjang masa penayangannya.
Na Willa, yang tayang sejak Rabu, 18 Maret 2026, merupakan debut penyutradaraan live-action bagi Ryan Adriandhy. Ia diadaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo yang berjudul Na Willa: Serial Catatan Kemarin.
Ceritanya tentang keseharian seorang gadis kecil campuran Chindo-NTT yang tinggal di gang kecil tengah kota Surabaya dekade 1960-an. Simpel, lekat dengan kehidupan sehari-hari, tapi hangat dan menyenangkan.
BACA JUGA: Tayang Besok! Sinopsis Jumbo, Film Animasi tentang Perjalanan Don Menemukan Jati Diri
BACA JUGA: 5 Fakta Menarik Jumbo, Film Animasi Indonesia yang Digarap Selama 5 Tahun
Melalui film itu, penonton akan melihat Indonesia di masa lalu. Sebuah masa di mana kehidupan terasa lebih lambat, tetangga adalah keluarga, dan kebahagiaan ditemukan dalam hal-hal yang paling sederhana. Simak sinopsis Na Willa berikut ini.
Sinopsis Film Na Willa

Sinopsis Na Willa, melihat dunia dari mata anak-anak di era 1960-an. Foto: Irma Novita Rihi (kanan) dan Luisa Adreena di salah satu adegan Na Willa.-Visinema Pictures-
Film keluarga ini mengisahkan Na Willa (Luisa Adreena), seorang gadis kecil berusia enam tahun dengan rasa ingin tahu yang meluap-luap. Dia jauh dari kata pendiam. Sebaliknya, dia adalah pengamat yang kritis terhadap dunia di sekitarnya.
Willa tumbuh dalam keluarga multikultural yang unik. Ibunya, yang akrab dipanggil Mak (Irma Rihi), adalah perempuan keturunan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sifatnya tegas namun penuh kasih sayang.
Sedangkan ayahnya, yang dipanggil Pak (Junior Liem), adalah seorang pria keturunan Tionghoa. Ia bekerja di pelayaran, sehingga sering bepergian. Dinamika antara Mak yang disiplin dan Pak yang lebih tenang menjadi fondasi karakter Willa.
Perbedaan latar belakang etnis itu disajikan secara jujur dan natural. Mencerminkan khas Indonesia tanpa harus terkesan menggurui.
BACA JUGA: Jumbo Cetak Sejarah! Film Animasi Ini Geser KKN dan Tembus 10 Juta Penonton
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber