Bertemu Jusuf Kalla, Komunikolog Soroti Program MBG, BOP, dan Keamanan Aktivis
Wakil Presiden RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla bersama Effendi Gazali (kiri) dan Suko Widodo -Dokumentasi Komunikolog-
Isu lain yang turut mendapat perhatian adalah kasus kekerasan terhadap aktivis. Lely Arrianie menyoroti kasus penyiraman air keras yang kembali terjadi serta berbagai bentuk teror terhadap aktivis yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap.
“Kalau memang harus dibongkar sampai aktor intelektualnya, ya harus dilakukan. Jangan hanya berhenti pada narasi atau retorika,” ujarnyi.
BACA JUGA:Lampu Kuning untuk MBG
BACA JUGA:Bantah Isu BoP Tak Bela Palestina, KSP Beberkan 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza
Sementara itu, Emrus Sihombing menyinggung dugaan penyimpangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut melibatkan sejumlah yayasan.
“Kami semua ingin program unggulan presiden ini berhasil. Karena itu, jika ada penyimpangan seperti yang disebutkan oleh Badan Gizi Nasional, sebaiknya segera dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” kata Emrus.
Peneliti komunikasi Effendi Gazali menambahkan para komunikolog mendukung seruan Presiden Prabowo agar para pejabat tidak menyampaikan laporan yang bersifat ABS atau asal bapak senang.
BACA JUGA:Hadapi Krisis Geopolitik, Prabowo Perintahkan Swasembada Pangan dan Energi Agar Lebih Cepat
Menurutnya, kritik dan kajian yang jujur justru dibutuhkan agar kebijakan pemerintah semakin kuat di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
“Intinya kami ingin pemerintah berhasil. Karena itu, kajian yang valid dan komunikasi yang jujur sangat diperlukan,” tegas Effendi.
Pertemuan tersebut berlangsung santai dan penuh diskusi. Para komunikolog juga berencana melanjutkan dialog serupa dengan sejumlah tokoh bangsa lainnya dalam waktu mendatang.
Pada kesempatan itu, JK menyatakan komunikasi pemerintahan yang buruk bisa terjadi karena struktur pemerintahan yang terlalu besar. Selain itu, ada program-program yang baik namun belum terlalu penting.
"Akhirnya ya sulit, walaupun dikomunikasikan, ya suliit dirasakan dan dipahami rakyat," ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: