Lebaran 2026 Diprediksi Dirayakan Serentak Berdasarkan Analisis Posisi Elongasi Bulan

Lebaran 2026 Diprediksi Dirayakan Serentak Berdasarkan Analisis Posisi Elongasi Bulan

Hilal atau bulan sabit muda terlihat di langit senja setelah matahari terbenam, salah satu penentu awal bulan Syawal dalam penetapan Hari Raya Idul Fitri--Freepik

BACA JUGA:Kapan Puasa? Berikut Timeline Lengkap Proses Rukyatul Hilal Sampai Sidang Isbat Minggu Depan

BACA JUGA:Gen Z Banjiri Hilal Observation Coaching Kemenag, Belajar Proses Penentuan Awal Bulan Hijriah

Sementara di wilayah lain seperti Jakarta dan Merauke, nilai ketinggian dan elongasi masih berada di bawah standar yang disepakati.

Potensi Lebaran Serentak

Jika dalam pengamatan rukyat terdapat wilayah yang memenuhi kriteria visibilitas hilal, maka kemungkinan besar penetapan 1 Syawal dapat dilakukan pada hari yang sama oleh berbagai pihak.

Itulah sebabnya beberapa astronom menilai Lebaran 2026 memiliki peluang untuk dirayakan serentak. Namun, keputusan resmi tetap menunggu sidang isbat yang digelar pemerintah melalui Kementerian Agama.

Forum tersebut akan mempertimbangkan hasil perhitungan hisab. Serta laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pengamatan di Indonesia. Itu yang jadi landasan penetapan tanggal Idulfitri secara nasional.

BACA JUGA:Pemantauan Hilal Ramadan 1447 H akan Dilakukan di 96 Lokasi di Indonesia, Ini Daftarnya!

BACA JUGA:Hilal Sulit Terlihat Karena di Bawah Ufuk, 1 Ramadan Kemungkinan Besar Jatuh Tanggal 19 Februari 2026

Dengan demikian, analisis astronomi mengenai posisi elongasi bulan menjadi faktor penting. Yakni dalam memprediksi kemungkinan keseragaman penetapan Lebaran.

Meski data awal menunjukkan peluang tersebut, kepastian tanggal Hari Raya tetap ditentukan melalui proses pengamatan dan keputusan resmi pemerintah. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: