Wen Na Padukan Seni Modern dan Kisah Sakral, Hidupkan Kepercayaan Rakyat Fujian
Wen Na berpose di ruang seni imersifnya di Changhaicuo, Tiongkok.--China Daily
Tradisi kepercayaan rakyat yang telah hidup selama berabad-abad di pesisir timur Provinsi Fujian, Tiongkok, kini mendapat interpretasi baru. Yakni melalui sentuhan seni modern. Itu dilakukan oleh seniman asal Beijing: Wen Na.
Selama berabad-abad, masyarakat di wilayah pesisir Fujian memiliki tradisi kepercayaan yang kaya. Selain memuja tokoh-tokoh dari ajaran Buddha, Konfusianisme, dan Taoisme, masyarakat juga menghormati berbagai dewa lokal.
Sebagian merupakan figur mitologis. Sementara lainnya berkaitan dengan tokoh sejarah. Seperti Mazu, dewi laut yang sangat dihormati para pelaut. Serta Baosheng Dadi, yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan.
Penghormatan terhadap para dewa tersebut telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal itu terlihat jelas di Quanzhou, kota di selatan Fujian yang dikenal sebagai kawasan Minnan.
BACA JUGA:Jingzhe, Musim Semi dan Kebangkitan Alam dalam Tradisi Tiongkok
BACA JUGA:Fuxi, Tokoh Mitologi Tiongkok Peletak Fondasi Peradaban Kuno di Tianshui
Dalam sejarah perdagangan internasional, kota itu pernah dikenal dengan nama Zayton. Itu menjadi salah satu pelabuhan utama di Jalur Sutra. Terutama pada masa Dinasti Yuan.

Karya seni Wen Na di Canghaicuo, sebuah narasi baru dari cerita rakyat Tiongkok.--China Daily
Kemakmuran Quanzhou pada masa lalu membuat kota itu memiliki perpaduan unik. Antara kehidupan masyarakat yang dinamis dan spiritualitas yang kuat.
Dari latar belakang itulah Wen Na mencoba menghidupkan kembali tradisi seni rakyat setempat. Dengan pendekatan yang lebih kontemporer.
Selama empat tahun, Wen Na mengubah sebuah kompleks rumah tua bergaya tradisional Minnan menjadi ruang seni imersif.
BACA JUGA:Festival Musim Semi Tiongkok, Nilai Budaya dan Simbol Persatuan Sosial
BACA JUGA:Golf Diperkirakan Berasal dari Tiongkok, Jejak Permainan Kuno yang Mendahului Skotlandia
Rumah tradisional yang dikenal sebagai dacuo, bangunan besar dengan halaman tengah khas wilayah tersebut, disulap menjadi proyek seni. Luasnya sekitar 400 meter persegi.
Di dalamnya terdapat mural panjang dan puluhan patung kayu. Dikerjakan bersama pengukir lokal berpengalaman Chen Zenghuang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily