Wen Na Padukan Seni Modern dan Kisah Sakral, Hidupkan Kepercayaan Rakyat Fujian
Wen Na berpose di ruang seni imersifnya di Changhaicuo, Tiongkok.--China Daily
BACA JUGA:Yimakan, Seni Lisan Bangkit Kembali dari Timur Laut Tiongkok
BACA JUGA:Penampilan Kuartet Juilliard di Tianjin Jadi Simbol Pertukaran Harmonis Budaya Tiongkok-AS
Pada 2010, Wen Na membuat mural pertamanya di Jingdezhen, pusat produksi keramik yang terkenal di Tiongkok.
Ia bekerja tanpa sketsa. Membiarkan spontanitas dan intuisi membentuk gambar. Metode itu masih ia gunakan hingga kini.
Gaya visualnya khas: garis bersih, ekspresi tokoh yang hidup, serta warna kontemporer. Karyanya diapresiasi luas. Bahkan go-international.
Dia kemudian menerima undangan untuk menghadirkan karya seni bertema dewa di berbagai ruang seni di Italia, Prancis, dan Belanda.
BACA JUGA:Kilauan Emas Kuno: Pameran Baru Ungkap Sejarah Panjang Seni Emas Tiongkok
BACA JUGA:Wine Terroir & Culture Biennale di Ningxia, Tiongkok, Rayakan Paduan Seni dan Anggur
Salah satu karya terbesarnya adalah mural The Gods Go to Work yang dibuat pada akhir 2019 di stasiun metro Guomao di Beijing.

Wen Na menampilkan karya terbarunya, Clouds Burst Apart, Fortune Gallops In, untuk merayakan Tahun Kuda.--China Daily
Dalam mural setinggi empat meter itu, Wen Na menampilkan lebih dari 60 “dewa” dalam setting kantor modern.
Terbaru, Wen Na juga menyelesaikan proyek seni bertajuk Clouds Burst Apart, Fortune Gallops In untuk merayakan Tahun Kuda.
Karya itu menampilkan kuda, burung walet, dan lentera berputar dalam warna cerah. Menggambarkan suasana meriah Tahun Baru Imlek.
BACA JUGA:Putri Tiongkok, Tren Baru Wisata Budaya di Beijing
BACA JUGA:Teknologi Digital Hidupkan Kembali Tembok Kota Kuno Xi’an di Tiongkok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily