Sering Makan Opor dan Rendang saat Lebaran? Ahli Gizi Beberkan Risiko yang Jarang Disadari

Sering Makan Opor dan Rendang saat Lebaran? Ahli Gizi Beberkan Risiko yang Jarang Disadari

Opor ayam identik dengan Lebaran karena melambangkan kehangatan dan kebersamaan.-Tyas Indayanti-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Konsumsi makanan khas Lebaran seperti rendang, opor, hingga kue kering berpotensi memicu pola makan tidak sehat jika dikonsumsi berlebihan.

Kondisi ini dinilai dapat mengurangi manfaat puasa Ramadan, terutama dalam proses detoksifikasi tubuh yang telah dijalani selama sebulan penuh.

Perubahan pola makan setelah Ramadan juga menjadi tantangan tersendiri, karena masyarakat cenderung kembali pada kebiasaan lama yang kurang terkontrol.

BACA JUGA:Gus Ipul Ucapkan Selamat Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Abdul Mu’ti'

BACA JUGA:Haedar Nashir Tekankan Persatuan di Idulfitri 1447 H, Elite Bangsa Harus Jadi Teladan

Ahli Gizi dan Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof Hardinsyah menekankan pentingnya menjadikan puasa sebagai titik awal untuk membangun pola makan sehat yang berkelanjutan.

“Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal secara spiritual dan gizi,” ujar Prof Hardinsyah.

Adaptasi Pola Intermittent Fasting

Menurutnya, pola makan setelah Ramadan dapat disesuaikan dengan konsep intermittent fasting, yakni membatasi asupan berdasarkan jumlah, jenis, dan waktu makan.

Pola ini dinilai efektif untuk membantu menurunkan lemak tubuh sekaligus menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Namun, tantangan terbesar terletak pada konsistensi dalam menjalankan pola tersebut setelah Ramadan berakhir.

BACA JUGA:Sholat Ied UM Surabaya, Khotbah Tekankan Pendidikan Anak dan Kepemimpinan

BACA JUGA:259 Parsel Lebaran untuk Relawan

“Untuk mempertahankan pola makan ideal ini membutuhkan mindset dan tekad yang kuat. Setelah bulan puasa, ujiannya akan lebih serius untuk mengubah mindset. Biasakan diri dengan intermittent fasting dan mempraktikannya tanpa mengharapkan pahala,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, masyarakat dapat mulai dengan membiasakan sarapan pagi guna menekan risiko kolesterol. Porsi makan siang dapat dikurangi atau dilewatkan, disertai dengan konsumsi air putih yang cukup serta olahraga ringan di sore hari.

Kurangi Lemak, Perbanyak Buah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: