Sering Makan Opor dan Rendang saat Lebaran? Ahli Gizi Beberkan Risiko yang Jarang Disadari
Opor ayam identik dengan Lebaran karena melambangkan kehangatan dan kebersamaan.-Tyas Indayanti-
Prof Hardinsyah juga mengingatkan agar konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan instan selama Lebaran tetap dikendalikan.
“Nafsu untuk memakan makanan berlemak dan manis serta makanan instan juga dikurangi. Kebiasaan ini bisa dilatih saat puasa Syawal,” tuturnya.
Sebagai alternatif, konsumsi buah-buahan segar dianjurkan untuk membantu menekan keinginan makan berlebih sekaligus memenuhi kebutuhan serat dan vitamin.
BACA JUGA:Hasil Sidang Isbat: Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Sabtu
BACA JUGA:11 Film Netflix Terbaik untuk Temani Libur Lebaran, Ada Jumanji hingga Agak Laen
Selain itu, pengaturan porsi dan jenis makanan juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk anak-anak dan ibu hamil, dengan memperbanyak asupan protein dibandingkan karbohidrat.
“Kalau berat badan menurun menjadi berat badan normal maka harus dipertahankan. Ketika setelah dua minggu kemudian terasa lingkar pinggang bertambah maka pola makan harus kembali disesuaikan,” pungkasnya.
Dengan pengaturan pola makan yang tepat, momentum Lebaran dapat tetap dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan tubuh setelah menjalani puasa Ramadan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: