Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan

Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan

Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan-Agence France-Presse-

BACA JUGA:Menakar Iran Pasca-Ali Khamenei

Serangan terbaru terjadi pada Jumat malam, 20 Maret 2026, hingga Sabtu dini hari, 21 Maret 2026. Kantor berita Fars melaporkan beberapa distrik di Teheran dan wilayah sekitarnya kembali menjadi sasaran. Kota Isfahan di Iran tengah juga ikut diserang.

Meski begitu, aktivitas keagamaan tetap berlangsung di berbagai daerah. Televisi pemerintah menayangkan pelaksanaan salat Id di sejumlah kota lain seperti Arak, Zahedan, dan Abadan.


Warga Iran Salat Id di Tengah Perang, Teheran Padat Meski Diancam Serangan-Agence France-Presse-

Di sisi lain, ketegangan kawasan terus meningkat. Pada hari yang sama, militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Uni Emirat Arab. “Kami memperingatkan Uni Emirat Arab, jika ada agresi lebih lanjut yang berasal dari wilayahnya terhadap pulau-pulau Iran, angkatan bersenjata kami akan melancarkan serangan berat,” demikian pernyataan komando militer Khatam Al-Anbiya.

Peringatan itu terkait wilayah sengketa di Teluk, yakni Abu Musa dan Greater Tunb. Iran menuding serangan terhadap wilayahnya melibatkan dukungan dari negara-negara Teluk.

Namun tuduhan tersebut dibantah. Negara-negara Teluk menegaskan tidak memberikan akses wilayah atau udara mereka untuk menyerang Iran.

Perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini meluas ke berbagai titik di Timur Tengah. Jalur strategis seperti Selat Hormuz juga terdampak, mengganggu lalu lintas energi global.

Bagi warga sipil, dampaknya terasa langsung. Ancaman serangan, keterbatasan mobilitas, hingga ketidakpastian keamanan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: