Kakorlantas Polri: Ada Tiga Gelombang Arus Balik yang Patut Dihindari

Kakorlantas Polri: Ada Tiga Gelombang Arus Balik yang Patut Dihindari

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho menyebut arus mudik Lebaran 2026 masih terkendali, baru sekitar 25 persen kendaraan meninggalkan Jakarta menuju jalur Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera, sementara tingkat fatalitas kecelakaan turun hingga 45 per-Istimewa-

HARIAN DISWAY - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan akan terjadi tiga arus puncak arus mudik yang harus dihindari oleh para pemudik. Sementara puncak arus mudik pertama akan terjadi pada 24 Maret 2026 dan puncak arus mudik kedua dan ketiga akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026. 

"Kami prediksi tiga hari tersebut akan menjadi puncak arus balik lebaran 2026. Kami imbau masyarakat untuk menghindari waktu puncak arus balik tersebut agar pelayanan arus mudik berjalan aman, nyaman dan berkeselamatan," kata Agus.

Sejak 22 Maret hingga 23 Maret 2026, Agus mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dan pengaturan yang diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan. Salah satunya melalui skema rekayasa lalu lintas berupa one way lokal yang diberlakukan secara bertahap di sejumlah titik.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan pada waktu puncak. Kakorlantas juga mendorong pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan menjadwalkan perjalanan balik pada Kamis, 26 Maret 2026 hingga Sabtu, 28 Maret 2026. 

BACA JUGA:Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret Besok, Pemerintah Imbau Pemudik Manfaatkan Diskon Tol 30 Persen

BACA JUGA:Pemudik Bisa Pantau Kondisi Lalin, Kemacetan, Cuaca, sampai Rute Perjalanan di Nusantara Hub, Hindari Hoaks

“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23–24 (Maret 2026) dan tahap kedua pada tanggal 28–29 (Maret 2026). Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ucap Irjen Pol. Agus.

Dalam pemantauan di lapangan, Korlantas mencatat perkembangan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik pascalebaran. Secara umum, kondisi lalu lintas masih dalam kategori terkendali meskipun terjadi peningkatan pergerakan.


Petugas mengambil kembali kerucut lalu lintas setelah penerapan one way di Jalan Tol Jakarta-Cikampek-Jasa Marga-

“Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik,” kata Kakorlantas dikutip dari laman Humas Polri. 

BACA JUGA:Arus Balik Lebaran 2026, Tarif Tol Dipangkas 30 Persen Pada 26-27 Maret

BACA JUGA:Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan 26 Maret, Polri Kembali Terapkan One Way

Peningkatan volume kendaraan tersebut terpantau di sejumlah wilayah, khususnya kawasan aglomerasi. Antara lain meliputi Semarang Raya hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)

Selain itu, lonjakan pergerakan juga terjadi di sejumlah destinasi wisata yang masih diminati masyarakat. Wilayah seperti Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat menjadi titik dengan mobilitas tinggi selama masa libur Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: