Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun

Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun

Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun. Di lapangan, perang masih berkecamuk. Anak-anak di Tepi Barat bermain dengan sisa rudal Iran, 23 Maret 2025.-Maya Levin-AFP-

Ketegangan itu memicu kekhawatiran luas di pasar global. Harga energi yang tinggi berpotensi mendorong inflasi, yang pada gilirannya dapat memaksa bank sentral menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut berisiko memperparah krisis biaya hidup di berbagai negara.

Selain itu, gangguan distribusi pupuk turut memunculkan kekhawatiran terhadap ketahanan pangan global.

Di pasar keuangan, dampak volatilitas juga terlihat pada aset lain. Harga emas sempat tertekan akibat kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah. Namun logam mulia itu kembali menguat setelah pernyataan terbaru Trump.

BACA JUGA:Fasilitas Nuklir Dimona Israel Dihajar Rudal Iran, Netanyahu Bersumpah Kejar Para Petinggi IRCG

BACA JUGA:Iran Tantang Balik Gertakan Trump: Siap Ratakan Infrastruktur AS di Timur Tengah

Sementara itu, dolar AS melemah terhadap Euro, Pound Sterling, dan Yen setelah sebelumnya sempat menguat. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun, yang sempat melonjak karena kekhawatiran inflasi, juga mulai turun.

“Ketika imbal hasil obligasi naik, emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan bunga,” ujar Susannah Streeter dari Wealth Club.

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda berakhir. Israel menyatakan perang masih dapat berlangsung beberapa pekan ke depan. Operasi militer bahkan diperluas ke Lebanon, menargetkan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

Kondisi itu membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan. Klaim diplomasi dari Washington memberi dorongan sementara, namun bantahan dari Teheran menjaga ketidakpastian tetap tinggi. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: