Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun

Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun

Respons Klaim Akhir Perang Iran, Harga Saham Naik, Minyak Turun. Di lapangan, perang masih berkecamuk. Anak-anak di Tepi Barat bermain dengan sisa rudal Iran, 23 Maret 2025.-Maya Levin-AFP-

LONDON, HARIAN DISWAY-Pasar global bereaksi cepat terhadap klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal perkembangan konflik Iran. Harga minyak anjlok tajam, sementara bursa saham Eropa dan Amerika Serikat berbalik menguat pada perdagangan Senin, 23 Maret 2026.

Harga minyak mentah sempat merosot lebih dari 14 persen setelah Trump mengumumkan dialog yang sangat baik dengan Iran. Trump juga memutuskan untuk menunda serangan terhadap infrastruktur energi negara tersebut.

Penurunan harga minyak itu berbanding terbalik dengan lonjakan yang terjadi sepanjang akhir pekan saat ketegangan meningkat.

Namun, pelemahan harga minyak kemudian berkurang. Minyak tercatat turun sekitar delapan persen setelah Iran membantah adanya negosiasi dengan Washington. Pernyataan Teheran memunculkan kembali ketidakpastian di pasar.

“Kita perlu menunggu kejelasan lebih lanjut,” ujar analis komoditas UBS, Giovanni Staunovo. Sejalan dengan itu, harga gas di Eropa juga turun sekitar empat persen.

BACA JUGA:Donald Trump Melunak, Siap Akhiri Perang Iran

BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik

Di pasar saham, pergerakan serupa terjadi. Bursa Asia dan Eropa sempat dibuka melemah tajam di awal pekan. Namun setelah pernyataan Trump, saham-saham di Eropa berbalik naik. Sentimen positif berlanjut ke Wall Street, dengan tiga indeks utama dibuka menguat lebih dari satu persen.

Meski demikian, penguatan tersebut tidak berlangsung stabil. Setelah media Iran menyebut tidak ada pembicaraan dengan AS, reli saham mulai kehilangan momentum.

“Sulit memperdagangkan pasar seperti ini ketika Trump bermanuver antara eskalasi besar dan deklarasi damai,” kata Neil Wilson, analis Saxo UK. “Namun untuk saat ini pasar cukup lega karena tidak memasuki fase bahaya baru.”

Analis lain, Patrick O’Hare dari Briefing.com, menilai pasar membaca adanya peluang deeskalasi konflik dalam waktu dekat. “Pasar melihat sinyal jalan keluar, lebih cepat daripada yang diperkirakan,” ujarnya.


Dalam akun media sosialnya, Trump akui telah melakukan negosiasi dengan Iran setelah penyerangan pertamanya pada 28 Februari 2026 lalu.-truth @realDonaldTrump -

Sebelum pernyataan Trump, Badan Energi Internasional telah memperingatkan potensi krisis energi global terburuk dalam beberapa dekade. Kekhawatiran itu dipicu oleh gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Trump sebelumnya memberikan ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut atau menghadapi serangan terhadap fasilitas energinya. Iran merespons dengan ancaman akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz jika serangan dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: