Mengenal Mohammad Bagher Ghalibaf, Petinggi Militer Iran yang Difavoritkan AS
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran sekaligus mantan panglima IRGC, merupakan sosok strategis di lingkaran Ali Khamenei dengan rekam jejak militer dan sipil yang panjang.--Instagram
HARIAN DISWAY - Mohammad Bagher Ghalibaf lahir pada tanggal 23 Agustus 1961 di Torghabeh, Iran. Ia adalah seorang politikus Iran dan mantan perwira militer yang menjabat sebagai ketua Parlemen Iran sejak tahun 2020 hingga kini.
Ghalibaf jadi perbincangan setelah sebuah laporan menyebut bahwa kabinet Presiden AS Donald Trump menyasar dia sebagai partner strategis yang bisa menjembatani kepentingan AS dan Iran.
Ia bahkan disebut sebagai "hot option" bagi AS untuk didudukkan sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
Ghalibaf memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Doktor (Ph.D.) di bidang Geografi Politik dari Universitas Tarniat Moderas.
Ghalibah memulai karir militernya di usia 19 tahun saat pecahnya perang Iran-Irak pada tahun 1980.
Kemampuannya di medan tempur membawanya menjabat sebagai panglima Utama Brigade Imam Reza yaitu pada tahun 1982 dan Panglima Utama Divisi Nasr pada tahun 1983 hingga 1984.
BACA JUGA: Trump Disebut Incar Mohammad Bagher Ghalibaf Jadi Pemimpin Iran
BACA JUGA: Trump Klaim AS Sedang Negosiasi dengan Pemimpin Iran, tetapi Bukan Khamenei
Pascaperang, ia dipercaya memimpin pasukan Khatam al-Anbiya (1984), ini merupakan sebuah konsorsium teknik raksasa milik Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Karir militernya mencapai puncak saat Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei menunjuknya sebagai Komandan Pasukan Dirgantara IRGC pada tahun 1997 hingga 2000. Di periode ini, ia juga mendapatkan sertifikasi sebagai pilot Airbus yang masih ia pegang hingga kini.
Pada tahun 2000, Ghalibaf menerima penugasan strategis untuk memimpin Komando Polisi Republik Islam Iran.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung untuk memperkuat stabilitas internal setelah mahasiswa 1999 yang mengguncang rezim. Selama menjabat hingga 2005, ia melakukan modernisasi besar-besaran pada kepolisian nasional.
BACA JUGA:Mohammad Bagher Ghalibaf Bantah Sedang ada Negosiasi Damai dengan Amerika Serikat
BACA JUGA: Mojtaba Khamenei Peringatkan Warga Iran, Sebut Musuh Sudah Retak
Di sela tugas keamanannya, ia juga ditunjuk sebagai perwakilan khusus Presiden Mohammad Khatami untuk memerangi penyelundupan pada tahun 2002, memperluas pengaruhnya ke sektor ekonomi dan hukum.
Karier sipilnya dimulai secara resmi saat ia terpilih sebagai Walikota Teheran (2005-2017). Selama dua belas tahun, ia dikenal sebagai teknokrat yang membangun infrastruktur masif di utara Teheran, meski kepemimpinannya sering dihantam isu korupsi properti dan kritik atas pengabdiannya ke wilayah selatan yang masih relatif miskin.
Setelah masa jabatannya berakhir, ia bertugas di Majma' Tasykhish Maslahat An-Nidzom (Expediency Discerment Council), lembaga administratif dan penasihat tertinggi di Iran yang ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran.
Dewan ini bertugas untuk menyelesaikan perbedaan atau konflik kebijakan antara Majlis (Parlemen Iran) dan Dewan Wali (Guardian Council). Ghalibaf menjabat pada tahun 2017 hingga 2020 sebelum akhirnya menguasai kursi Parlemen.
Dalam dinamika terbaru, termasuk gelombang protes di Iran akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, ia tetap mengambil posisi keras dengan menuntut hukuman berat bagi para demonstran yang ia anggap sebagai ancaman terorisme terhadap negara.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: