Iran Tembak Kapal Induk AS, Perang Timur Tengah Kian Meluas

Iran Tembak Kapal Induk AS, Perang Timur Tengah Kian Meluas

Kepulan asap dan pecahan beton terlihat dari lokasi serangan udara Israel di pinggiran timur Tyre, Lebanon selatan, pada 24 Maret 2026.-Dimitar DILKOFF-AFP


Pelaut AS sedang mempersiapkan pesawat EA-18G Growler, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Elektronik (VAQ) 133, untuk lepas landas dari dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) dalam rangka mendukung Operasi Epic Fury pada-US Airforce-AFP

Di tingkat global, dampak perang mulai terasa. Harga energi yang melonjak memaksa sejumlah negara mengambil langkah penghematan. Sri Lanka bahkan menetapkan tambahan hari libur untuk menekan konsumsi energi.

BACA JUGA:Trump Beri Waktu Iran 48 Jam untuk Buka Selat Hormuz, Ancam Musnahkan Jaringan Listrik

BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Kota Tua Yerusalem, Dekat Situs Suci Tiga Agama

Di Vietnam, harga solar dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat, memukul sektor transportasi dan usaha kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak hanya terbatas di kawasan Timur Tengah, tetapi juga merembet ke ekonomi global.

Meski pasar keuangan sempat merespons positif kabar diplomasi, pelaku pasar tetap memantau perkembangan di lapangan. Selat Hormuz masih menjadi titik krusial karena perannya dalam distribusi energi dunia.

Hingga kini, belum ada tanda jelas bahwa konflik akan segera berakhir. Kombinasi antara aksi militer dan negosiasi diplomatik menunjukkan bahwa situasi masih berada dalam fase yang sangat tidak stabil. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: