Cheng Yu Pilihan Pengawas Produksi CNGR Advanced Material Azril Tsani: Qian Li Zhi Xing, Shi Yu Zu Xia
AZRIL TSANI, pengawas produksi CNGR Advanced Material Co., Ltd., memegang teguh prinsip qian li zhi xing, shi yu zu xia. Perjalanan ribuan mil, dimulai dari satu langkah kaki.--Dokumentasi Pribadi
HARIAN DISWAY - Pepatah yang berasal dari petuah Lao Tzu "千里之行,始于足下" (qiān lǐ zhī xíng, shǐ yú zú xià), selalu dijadikan pedoman oleh Azril Tsani. Sebagaimana artinya, "Perjalanan ribuan mil, dimulai dari satu langkah kaki," pengawas produksi CNGR Advanced Material Co., Ltd. tersebut percaya bahwa setiap pencapaian besar pasti dimulai dari sesuatu yang tampak kecil.
Azril mencontohkan keberhasilan dirinya. "Saya memulai perjalanan saya dengan belajar Bahasa Mandarin di Surabaya International Institute of Business & Technology (SIIBT) pada tahun 2020 silam. Setahun setelahnya, saya melanjutkan kuliah ke Yangzhou Polytechnic College dengan program beasiswa penuh dari SIIBT. Saya lalu diwisuda pada tahun 2024, dan sekarang bekerja di CNGR, salah satu perusahaan terbesar asal Tiongkok yang bergerak di bidang material energi baru, khususnya memproduksi prekursor bahan aktif katoda untuk baterai kendaraan listrik (EV) dan penyimpanan energi," tulis Azril dalam pesan pendeknya.
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Dirut PT Jatim Grha Utama Mirza Muttaqien: Xue Wu Zhi Jing
BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Utama PT Tani Agro Niaga Indonesia Frans Tambunan: Hao Shi Duo Qian
Kalau bukan karena keberaniannya untuk memulai langkah "kecil" dengan belajar Bahasa Mandarin, lanjut Azril, dirinya kemungkinan tidak akan pernah sampai pada titik "besar" berkarier di perusahaan raksasa seperti sekarang.
Makanya, "Saya bersyukur waktu itu memilih belajar Bahasa Mandarin dan bisa berkuliah di Tiongkok, dengan infrastruktur dan pendidikan yang jauh lebih maju dari Indonesia. Dari sana saya bisa mendapatkan banyak ilmu yang bermanfaat, dan bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus," ujar Azril.
Ya, Bahasa Mandarin telah mengubah banyak sekali nasib orang Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang berasal dari kampung, karena bisa berbahasa Mandarin dan bekerja di perusahaan-perusahaan Tiongkok, bisa memperbaiki perekonomian keluarganya. Ini lantaran yang bisa Bahasa Mandarin masih relatif sedikit, sedangkan perusahaan Tiongkok yang menanamkan modalnya di Indonesia terus bertambah.
Sepanjang ekonomi Tiongkok tidak berhenti bertumbuh dan mereka masih mau berinvestasi di negeri kita, mereka yang bisa Bahasa Mandarin, sekalipun tidak fasih-fasih amat, akan tetap berada di atas angin. Mereka kemungkinan tidak akan perlu mencari kerja; pekerjaanlah yang akan mencari mereka. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: