Telepon Penangkis Perang

Telepon Penangkis Perang

ilustrasi Gusti--

Tol masih berjalan. Dalam yuan.

Helium tak datang. Solar dijatah. Asam sulfat tak sampai.

Ratusan ribu ton kargo tertahan.

Komandan yang membangun sistem tol ini, Mosayeb Bakhtiari dari IRGC Navy, wafat di Bandar Abbas 25 Maret.

Alireza Tangsiri, komandan yang memerintahkan penutupan selat, dikabarkan wafat sehari kemudian. Belum dikonfirmasi Iran.

Tapi tol tak berhenti.

Penerus diaktifkan. Koridor tetap jalan. Iuran tetap berjalan.

Doktrin hidup lebih kuat dari manusia pembuatnya.

Itu juga bentuk kekuatan.

Bukan kekuatan pemusnah massal.

Tapi kekuatan sistem yang tak padam meski komandannya gugur bertempur.

Ada pepatah bilang Jangan lihat siapa yang teriak. Lihat siapa yang bergerak.

Pakistan bergerak.

Dengan telepon.

Dengan pesan singkat ke Washington yang intinya lima kata: Tidak ada orang lain lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: