Dari Interaksi ke Transaksi: Strategi UMKM dalam Mengelola TikTok Live
ILUSTRASI Dari Interaksi ke Transaksi: Strategi UMKM dalam Mengelola TikTok Live.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
PERNAH tanpa sadar berhenti di satu TikTok live, lalu beberapa menit kemudian justru membeli sesuatu yang sebelumnya tidak direncanakan?
Fenomena itu makin sering terjadi, terutama di kalangan generasi Z yang aktif menggunakan media sosial. TikTok live kini bukan lagi sekadar tempat berjualan, melainkan juga ruang hiburan yang membuat penonton merasa terlibat secara langsung.
Dalam banyak kasus, keputusan membeli justru muncul secara spontan ketika penonton menikmati suasana live tersebut.
Bagi pelaku UMKM, perubahan perilaku itu sebenarnya membuka peluang besar. Namun, dalam praktiknya, masih banyak live yang terasa monoton, seolah hanya memindahkan aktivitas jualan ke kamera.
BACA JUGA:Menkomdigi: Penutupan TikTok Live Bukan Keputusan Pemerintah
BACA JUGA:Kesal Sepi Penonton saat Streaming Jualan di TikTok Live, Sarwendah sampai Ngomong
Produk sudah ditampilkan dan harga sudah disampaikan, tetapi tanpa suasana yang menarik. Akibatnya, penonton tidak bertahan lama dan peluang terjadi pembelian pun menjadi lebih kecil.
Padahal, hasil penelitian terhadap pengguna TikTok menunjukkan bahwa unsur playfulness atau hiburan dalam live streaming menjadi faktor yang paling kuat dalam mendorong pembelian spontan.
Artinya, makin menyenangkan pengalaman menonton live, makin besar kemungkinan penonton melakukan pembelian tanpa rencana.
Hal itu menegaskan bahwa keberhasilan live tidak hanya ditentukan oleh apa yang dijual, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut dirasakan penonton.
BACA JUGA:TikTok Uji Coba Software Streaming untuk Desktop, ‘TikTok Live Studio’
Di titik itu, yang menjadi sorotan bukan lagi soal produk atau harga, melainkan bagaimana pelaku UMKM dapat menciptakan live streaming yang mampu membuat penonton bertahan dan akhirnya membeli?
KETIKA HIBURAN MENJADI PEMICU PEMBELIAN SPONTAN
Sebagian besar pengguna membuka TikTok dengan tujuan utama mencari hiburan. Karena itu, live streaming yang terasa seperti ”jualan biasa yang dipindahkan ke kamera” cenderung kurang menarik perhatian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: