Viral Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Auditor Nilai Editing dan Dubbing Harusnya Gratis

Viral Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Auditor Nilai Editing dan Dubbing Harusnya Gratis

Amsal Christy Sitepu tampak mengenakan rompi tahanan dan borgol saat menjalani proses persidangan kasus dugaan mark-up anggaran video profil desa di Kabupaten Karo.-Amsal Christy Sitepu-Instagram

Banyak pelaku industri kreatif menilai pandangan tersebut tidak mencerminkan realitas produksi video. Tahapan kreatif dinilai sebagai elemen utama yang menentukan kualitas hasil akhir, sekaligus membutuhkan waktu dan keahlian khusus.

BACA JUGA:Industri Kreatif Universitas Ciputra Ajak Pelajar Eksplorasi Desain Material lewat Workshop Keramik

BACA JUGA:RI–Singapura Matangkan Ekspor Listrik Hijau, Batam–Bintan–Karimun bakal Jadi Hub Industri Teknologi

Dalam pembelaannya, Amsal menegaskan bahwa editing dan pengembangan ide merupakan inti dari pekerjaan videografi. Ia menilai tidak masuk akal jika proses tersebut dianggap tidak memiliki nilai.

"Berapa nilai dan harga yang harus dibayarkan tergantung pada sang editor. Bisa sangat mahal, bisa sedang saja. Tapi satu yang pasti, tidak mungkin nol," ujar Amsal di depan hakim.

Perdebatan pun meluas di media sosial. Kasus ini tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga membuka diskusi tentang bagaimana kerja kreatif dinilai dan dihargai di Indonesia, terutama di tengah berkembangnya ekonomi digital.(*)

*)Peserta Magang dari Universitas Airlangga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: