Igor Tudor Dipecat Tottenham Setelah Melatih 44 Hari, Ini Prediksi Penggantinya
Igor Tudor mundur dari Spurs setelah 44 hari akibat performa buruk dan ancaman degradasi, meninggalkan klub di posisi ke-17 jelang laga krusial kontra Sunderland-Robin Jones-Getty Images
Dengan tujuh pertandingan tersisa, Tottenham bergerak cepat untuk mencari pelatih baru. Demi menghindari degradasi.
Menurut laporan The Athletic, klub berharap dapat menunjuk pengganti dalam beberapa hari ke depan. Sehingga pelatih baru memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan tim sebelum laga tandang melawan Sunderland pada 12 April.
Situasi tersebut menandai kemungkinan Tottenham menggunakan tiga pelatih berbeda dalam satu musim.
BACA JUGA:Bukan Hanya MU, De Zerbi Juga Jadi Incaran Liverpool dan Spurs Setelah Mundur dari Marseille
BACA JUGA:Tottenham Makin Anjlok, Igor Tudor: Stop Playing Victim!
Hal serupa pernah terjadi pada musim 2022/23. Ketika itu Antonio Conte, Cristian Stellini, dan Ryan Mason silih berganti menangani tim.
Salah satu kandidat utama yang dikaitkan dengan posisi itu adalah Roberto De Zerbi, mantan pelatih Brighton & Hove Albion yang baru saja meninggalkan Marseille.

Tottenham Hotspur mendekati Roberto De Zerbi sebagai pelatih baru, dengan syarat utama Spurs harus lolos dari degradasi Premier League.--Getty Images
Meski demikian, De Zerbi dilaporkan lebih memilih kembali melatih pada musim panas. Ia memilih "main aman" daripada mengambil tugas berat menyelamatkan tim di sisa musim.
Di sisi lain, penunjukan De Zerbi juga menuai kontroversi di kalangan suporter Tottenham. Tiga kelompok fans dilaporkan menolak potensinya menjadi pelatih.
BACA JUGA:Prediksi Skor Atletico Madrid vs Tottenham: Update Kondisi, Head to Head, dan Perkiraan Line Up
BACA JUGA:Atletico Madrid vs Tottenham 5-2, Ganti Kiper Pun Tak Bisa Selamatkan Spurs
Itu disebabkan karena sikap De Zerbi yang pernah memberikan dukungan kepada Mason Greenwood. Yakni saat masih di Marseille.
Kini, Tottenham berada dalam situasi kritis. Tentu membutuhkan keputusan cepat dan tepat. Pergantian pelatih di saat-saat krusial ini menjadi pertaruhan besar bagi masa depan klub.
Apakah mereka mampu bertahan di kasta tertinggi atau justru terjerumus ke divisi Championship? Kita lihat saja... (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: