Ketua Gekrafs Surabaya Soroti Kasus Amsal Sitepu: Ekonomi Kreatif Digencarkan, Perlindungan Kreator Lemah

Ketua Gekrafs Surabaya Soroti Kasus Amsal Sitepu: Ekonomi Kreatif Digencarkan, Perlindungan Kreator Lemah

Sosok Amsal Christy Sitepu, videografer yang dituduh korupsi Rp202 juta kini tengah menyita perhatian publik.--Instagram @amsalsitepu

HARIAN DISWAY - Ketua Gekrafs Surabaya Malik Atmadja menyoroti ketimpangan perlindungan pelaku ekonomi kreatif di tengah gencarnya promosi sektor tersebut oleh pemerintah. 

Terutama terkait perhatian publik terhadap kasus Amsal Sitepu, pelaku ekonomi kreatif. Itu yang menjadi sorotan serius tentang kondisi ekosistem kreatif di Indonesia.

Selama ini, pemerintah aktif mendorong ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar masa depan nasional.

Namun, di sisi lain, para pelaku kreatif dinilai masih menghadapi berbagai tantangan. Terutama dalam hal penghargaan terhadap karya dan profesionalitas.


Pengadilan Negeri Medan kabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa Amsal Christy Sitepu.--youtube

BACA JUGA:Penahanan Amsal Sitepu Ditangguhkan, DPR Jadi Penjamin, Sidang Putusan Digelar Hari Ini

BACA JUGA:Pakar Hukum Nilai Jaksa Keliru, Kasus Amsal Sitepu Tidak Masuk Unsur Korupsi

Ketua Gekrafs Surabaya Malik Atmadja menilai adanya ketimpangan antara narasi besar yang digaungkan dengan realitas yang dirasakan di lapangan.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi menurunkan kepercayaan pelaku ekonomi kreatif terhadap kolaborasi dengan pemerintah.

Kasus yang menimpa Amsal Sitepu menjadi contoh konkret. Bahwa karya, waktu, dan profesionalitas kreator belum sepenuhnya mendapat apresiasi yang layak.

“Jika kondisi semacam itu terus berulang, bukan tidak mungkin akan muncul rasa ragu. Bahkan ketakutan dari pelaku kreatif untuk terlibat dalam proyek-proyek pemerintah,” ujar Malik.

BACA JUGA:Menekraf Tanggapi Kasus Amsal Sitepu, Siapkan Aturan Baru Jasa Kreatif

BACA JUGA:Amsal Sitepu Bongkar Fakta di DPR RI, Kasus Videografer Karo Makin Panas

Ia menambahkan bahwa di sisi lain, pemerintah justru sangat membutuhkan kontribusi para kreator untuk mendukung berbagai program, kampanye, hingga pembangunan citra kota dan bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: