Lebih dari 20 Pesawat dan Aset Udara AS Rusak atau Hancur Dirudal Iran, Berikut Daftarnya

Lebih dari 20 Pesawat dan Aset Udara AS Rusak atau Hancur Dirudal Iran, Berikut Daftarnya

Pesawat pengintai AWACS E-3 milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) hancur usai terkena serangan Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.-Tangkapan layar/X/@RWWReborn-

HARIAN DISWAY - Sejumlah pesawat maupun helikopter Amerika Serikat (AS) dilaporkan terkena serangan rudal dan mengalami kerusakan dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah.

Dalam sebulan terakhir, berbagai aset udara disebut menjadi target sistem pertahanan Iran.

Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah kerusakan pada jet tempur siluman F-35 Lightning II. Pesawat ini dilaporkan mengalami gangguan serius akibat tembakan rudal permukaan ke udara (SAM) milik Iran, meski pilot berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat. 

Namun, IRGC juga mengklaim bahwa satu unit F-35 lainnya berhasil ditembak jatuh, menjadikannya pesawat kedua yang dilumpuhkan.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pesawat tersebut hancur total sehingga tidak ada informasi mengenai nasib pilot. Bahkan, mereka menilai kemungkinan pilot selamat sangat kecil.

Pada awal April 2026, pesawat tempur F-15E Strike Eagle juga mengalami nasib serupa. Selain beberapa unit yang dilaporkan tertembak sistem pertahanan udara di Kuwait pada Maret 2026 lalu, kali ini satu unit lainnya jatuh di wilayah Iran. 

BACA JUGA:Iran Janjikan 'Kejutan Besar' Bagi AS dan Israel

BACA JUGA:Trump Keluarkan Ancaman Lagi, Buka Selat Hormuz atau Hadapi 'Neraka'

Namun perkembangan terbaru menyebutkan kedua awak F-15E tersebut akhirnya berhasil diselamatkan. Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa awak kedua berhasil dievakuasi dengan selamat dari wilayah Iran, meski mengalami luka. 


Pesawat F-15E Strike Eagle ditembak jatuh Iran di atas Pulau Qeshm, di Selat Hormuz pada Jumat 3 April.-dok disway-

“Dia mengalami cedera, tetapi dia akan baik-baik saja,” kata Presiden Donald Trump di platform media sosialnya, Truth Social. Ia juga mengatakan bahwa prajurit angkatan udara tersebut adalah seorang “Kolonel yang sangat dihormati.”

Upaya pencarian tersebut dilakukan melalui operasi Combat Search and Rescue (CSAR) dengan mengerahkan helikopter dan pesawat pendukung. Namun, operasi tersebut turut menghadapi ancaman serius. 

Pesawat A-10 Thunderbolt II yang memberikan perlindungan dilaporkan ditembak jatuh di sekitar Selat Hormuz, meski pilotnya juga berhasil diselamatkan.

BACA JUGA:Demo 'No Kings' Anti Kebijakan Trump Berujung Rusuh di Los Angeles, Puluhan Orang Ditahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: