Haji 2026 Terhimpit Krisis Global, Biaya Terancam Naik, Rute Bisa Berubah
Jamaah Haji melintas di tumpukan koper-koper bawaan yang akan di angkut ke tanah air. -Kemenag-
BACA JUGA:Pemberangkatan Kurang 2 Bulan, Risiko Pembatalan Bayangi Jemaah Haji Tahun 2026
BACA JUGA:Nasib Haji 2026 di Tengah Perang AS–Israel vs Iran, Kemenhaj Siapkan 4 Skenario Keberangkatan
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, telah berada di Arab Saudi guna memantau langsung kondisi operasional.
Di sisi lain, tekanan yang sama juga mulai terasa di sektor lain, termasuk pariwisata. Pembatalan ratusan penerbangan dari kawasan Timur Tengah menjadi sinyal nyata terganggunya mobilitas udara internasional.
"Secara total, terdapat 770 penerbangan dibatalkan dengan potensi kehilangan 60.752 kunjungan wisatawan mancanegara dan Rp 2,04 triliun devisa," ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Senayan, Rabu, 1 April 2026.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ibadah haji tidak sepenuhnya steril dari gejolak global. Ketergantungan pada energi dan jalur penerbangan internasional membuat penyelenggaraannya rentan terhadap krisis geopolitik.
Kini, pemerintah berpacu dengan waktu. Yakni untuk menjaga biaya tetap terkendali, memastikan jalur penerbangan aman, sekaligus menjamin jemaah tetap bisa berangkat tanpa rasa khawatir di tengah ketidakpastian dunia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: