Haji 2026 Terhimpit Krisis Global, Biaya Terancam Naik, Rute Bisa Berubah
Jamaah Haji melintas di tumpukan koper-koper bawaan yang akan di angkut ke tanah air. -Kemenag-
JAKARTA, HARIAN DISWAY — Konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai menekan penyelenggaraan ibadah haji Indonesia 2026.
Lonjakan harga minyak dunia dan potensi gangguan jalur penerbangan membuat biaya operasional haji berada di bawah tekanan, memaksa pemerintah bergerak cepat mencari jalan keluar.
Harga minyak mentah global yang melonjak lebih dari 50 persen. Dari 67,02 dolar AS menjadi 102,01 dolar AS per barel.
BACA JUGA:Jamaah Haji 2026 Aman Berangkat 22 April, Pemerintah Waspadai Kenaikan Biaya
BACA JUGA:Lolos Seleksi, Ketua DPRD Kabupaten Gresik M. Syahrul Munir jadi Petugas Haji Daerah 2026
Langsung berdampak pada kenaikan harga avtur. Kondisi ini menjadi faktor krusial dalam pembiayaan penerbangan jemaah haji yang jumlahnya ratusan ribu orang.
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengakui tekanan tersebut, namun menegaskan pemerintah berupaya keras agar jemaah tidak ikut menanggung beban tambahan.
“Insya Allah kita akan berusaha keras tidak perlu menambah biaya ke jemaah. Kita upayakan sumber-sumber lain yang mungkin masih bisa kita optimalkan nantinya,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
BACA JUGA:Menhaj: Persiapan Haji 2026 Sudah 100 Persen
BACA JUGA:Profil Gus Alex yang Ditahan KPK, Begini Perannya dalam Kasus Kuota Haji!
Namun persoalan tidak berhenti pada biaya. Ketegangan di kawasan juga membuka kemungkinan perubahan rute penerbangan menuju Arab Saudi demi alasan keamanan.
Perubahan jalur ini berpotensi memperpanjang waktu tempuh sekaligus menambah biaya operasional maskapai.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama, bahkan jika harus menyesuaikan skema teknis keberangkatan.
"Seperti amanat Presiden bahwa keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi prioritas utama. Karena itu kita melakukan mitigasi berbagai kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi," tegas Gus Irfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: