Daftar Daerah Berpotensi Tsunami di Sulut–Malut Imbas Gempa M7,6 Guncang Bitung

Daftar Daerah Berpotensi Tsunami  di Sulut–Malut Imbas Gempa M7,6 Guncang Bitung

Daftar kabupaten yang terdampak peringatan dini tsunami dari BMKG pasca gempa Laut Maluku-BMKG-

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Bitung, Sulawesi Utara, memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia bagian timur, Kamis, 2 April 2026.

BMKG menyatakan gempa tersebut berpotensi menimbulkan tsunami berdasarkan hasil pemodelan, dengan beberapa daerah masuk dalam status siaga dan waspada.

BACA JUGA:Gempa M 7,6 di Laut Maluku: Rumah Rusak, Tsunami Kecil Terdeteksi di Bitung dan Halmahera

BACA JUGA:BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Maluku Utara dan Sulawesi Utara Usai Gempa Magnitudo 7,6

Wilayah berstatus siaga meliputi:

  • Kota Ternate, Maluku Utara (estimasi tiba 06.53 WITA)
  • Halmahera, Maluku Utara (06.54 WITA)
  • Kota Tidore, Maluku Utara (06.56 WITA)
  • Kota Bitung, Sulawesi Utara (07.12 WITA)
  • Minahasa bagian selatan, Sulawesi Utara (07.17 WITA)
  • Minahasa Selatan bagian selatan (07.18 WITA)
  • Minahasa Utara bagian selatan (07.18 WITA)

Sementara itu, wilayah berstatus waspada mencakup:

  • Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (07.14 WITA)
  • Minahasa Utara bagian utara (07.15 WITA)
  • Bolaang Mongondow bagian selatan (07.21 WITA)

BACA JUGA:Gempa M6,1 Guncang Sinabang Aceh: Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia, Tak Berpotensi Tsunami

BACA JUGA:Dampak Gempa Pacitan M6,4: 7 Warga Bantul Luka-Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah terdampak untuk segera melakukan langkah antisipasi sesuai status peringatan.

Untuk daerah berstatus siaga, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sedangkan untuk wilayah waspada, warga diimbau menjauhi kawasan pantai dan tepian sungai.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia yang berada di cincin api Pasifik memiliki risiko tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: