Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT

Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT

Pertamina percepat pengembangan energi baru terbarukan untuk hadapi krisis global, perkuat ketahanan energi, dan dorong transisi menuju energi bersih.-Dok. Pertamina-

Selain itu, ekspansi energi bersih juga dilakukan melalui investasi internasional. Salah satunya lewat kepemilikan saham di perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), yang menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 669,3 MW.

BACA JUGA:Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran, 900 Pemudik Pulang Bareng ke Jakarta

BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina Per 1 April 2026 di Seluruh Wilayah, Simak di Sini!

Namun, pengembangan EBT tidak hanya menyasar sektor industri dan komersial. Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

Hingga kini, sebanyak 252 desa telah terlibat dalam program tersebut. Berbagai sumber energi alternatif dikembangkan, mulai dari panel surya, mikrohidro, hingga biogas.

"Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” ungkap Baron.

BACA JUGA:Pertamina dan INPEX Perkuat Kerja Sama Proyek LNG Abadi Blok Masela di Jepang

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Optimalkan Armada Laut Jaga Distribusi Energi Nasional di Tengah Dinamika Global

Dampaknya tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga ketahanan pangan. Dari 252 desa tersebut, sebanyak 156 desa tercatat mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton bahan pangan non-beras.

Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif berbasis energi bersih sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat. 

Targetnya bukan hanya menghadapi tekanan global, tetapi juga membangun kemandirian energi nasional.

Langkah ini juga sejalan dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang menargetkan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Dengan percepatan ini, Pertamina tidak hanya berperan sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai motor transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi di Indonesia. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: