Kebakaran Bromo Meluas hingga 196 Hektare, Api Merembet ke B30, 3 Helikopter Water Bombing Dikerahkan
Kobaran api di kawasan Gunung Bromo Sabtu malam, 8 Agustus 2026-BPBD Jawa Timur -
MALANG, HARIAN DISWAY – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Minggu pagi, 9 Agustus 2026. Luas area terdampak kini diperkirakan mencapai 196 hektare.
Tiupan angin kencang di sekitar kawasan Bromo membuat api kembali merembet. Sejak Sabtu malam, kobaran api bergerak dari sisi utara Bukit B29 menuju B30 serta ke bagian bawah Kaldera Lautan Pasir.
Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman.
BACA JUGA:Gunung Bromo Ditutup Total Mulai 8 Agustus 2026 Akibat Kebakaran, 5 Jalur Wisata Diblokir
BACA JUGA:Belum padam hingga hari keempat, Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas Hingga 70 Hektare
"Kondisi api di Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) saat ini sudah berhasil dipadamkan. Namun, pergerakan api mulai merembet ke sisi utara B29 mengarah ke B30 serta ke sisi bawah kaldera lautan pasir akibat kendala angin yang cukup kencang di lapangan," ujar Amrul kepada Harian Disway, Minggu siang.
Kebakaran Bromo Capai 196 Hektare
Menurut Amrul, total area yang terdampak kebakaran hingga Minggu diperkirakan telah mencapai sekitar 196 hektare.
Tim gabungan masih berupaya mengendalikan sejumlah titik api yang berada di medan sulit. Kondisi angin yang berubah-ubah membuat pergerakan api sulit diprediksi.
Salah satu tantangan lainnya adalah pola kemunculan api yang berbeda antara siang dan malam hari. Pada siang hingga sore, kobaran api terkadang tidak terlihat secara jelas. Namun, saat malam tiba, titik-titik api kembali terlihat membesar.
BACA JUGA:Akses Wisata Bromo Ditutup Akibat Kebakaran Hutan 60 Hektare, Helikopter Bombing Dikerahkan
BACA JUGA:Riset Ekonomi Hijau Bromo Lab MaBuRag UNAIR Diperkuat Masukan Reviewer Riskolab Jatim Melaju
Situasi tersebut menyulitkan petugas menentukan titik yang harus segera ditangani, termasuk dalam menentukan sasaran operasi pemadaman dari udara.
"Kondisi itu membuat proses water bombing dari helikopter hanya bisa dilakukan dua kali Sabtu lalu," kata Amrul.
3 Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing
Memasuki Minggu pagi, operasi pemadaman dari udara kembali diperkuat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: