Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT

Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT

Pertamina percepat pengembangan energi baru terbarukan untuk hadapi krisis global, perkuat ketahanan energi, dan dorong transisi menuju energi bersih.-Dok. Pertamina-

JAKARTA, HARIAN DISWAY — Gejolak geopolitik global memicu ketidakpastian pasokan dan harga energi. 

PT Pertamina (Persero) pun mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Pertamina menilai situasi global saat ini tidak bisa lagi dihadapi dengan pendekatan lama. Diversifikasi energi menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

BACA JUGA:Kembangkan Bioetanol Indonesia, Pertamina NRE Gandeng US Grains & BioProducts Council

BACA JUGA:Pertamina Tambah 700 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim, Amankan Libur Paskah

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam menghadapi dinamika global.

Dinamika geopolitik global mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi fossil. Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. 

“Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan,” ujar Baron.

BACA JUGA:Program Desa Energi Berdikari Pertamina Dorong Ketahanan Energi dan Ekonomi Desa

BACA JUGA:Pertamina Gandeng POSCO, Gaspol Kembangkan CCS hingga Hidrogen Biru di Korea Selatan

Hingga akhir 2025, Pertamina telah memproduksi energi bersih sebesar 8.743 gigawatt hour (GWh) dari berbagai sumber rendah karbon. 

Energi tersebut berasal dari sejumlah pembangkit dengan total kapasitas terpasang mencapai 3.271 megawatt (MW).

Kontribusi itu berasal dari berbagai sumber, mulai dari pembangkit listrik tenaga biogas sebesar 2,4 MW, gas to power Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, hingga energi surya dan panas bumi yang terus dikembangkan.

Energi panas bumi sendiri menjadi salah satu tulang punggung, dengan kapasitas mencapai 772,5 MW.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: