Super Pippo dan Nostalgia Penyerang Maestro

Super Pippo dan Nostalgia Penyerang Maestro

Buku Calcio’s Greatest Forwards yang membahas striker-striker tajam Italia sepanjang masa.--

Seusai Italia tak lolos Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut (2018, 2022, 2026), yang disebut pelatih legendaris Fabio Capello sebagai ”tragedi dan aib”, salah satu perbincangan yang mengemuka adalah soal keganasan striker Italia.

Jika ingatan punya tombol rewind, mungkin para penggemar Liga Italia era 90-an sudah memencetnya berkali-kali. Bahkan sampai kasetnya kusut. Mengingat kembali para striker idola, attacante yang pernah menjadi standar keangkeran di kotak penalti.

Italia dikalahkan 1-4 via adu penalti oleh Bosnia-Herzegovina setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit, dalam babak play-off. Mampatnya gol dalam pertandingan itu membuat kita patut bertanya: quo vadis para penyerang Italia?

Dalam frasa Latin, quo vadis berarti "ke mana engkau pergi?". Frasa ini mendadak terlintas di benak saya saat menyaksikan Italia untuk ketiga kalinya berturut-turut gagal lolos Piala Dunia.

Dalam kualifikasi Grup I, Italia berada di posisi runner-up dengan mencetak 21 gol. Kalah produktif dibandingkan pemuncak klasemen Norwegia yang mencetak 37 gol.

Selisih gol Italia di fase grup adalah 9, masih lebih kecil dibanding Bosnia Herzegovina yang memupus harapan Italia untuk kembali berkiprah di panggung Piala Dunia. 

Sepanjang fase liga Liga Champions Eropa 2025/2026 yang memainkan 144 laga dengan total telah tercipta 487 gol, hanya 8 gol di antaranya yang diciptakan oleh pemain Italia (hanya 1,6%). Delapan gol itu dicetak oleh 7 pemain Italia.

Ketika Italia kini lebih sering absen di panggung Piala Dunia, wajar jika yang muncul bukan cuma analisis taktik, tapi juga rasa kangen.

Kangen yang agak dramatis, tapi tetap sah.

Kangen ke masa-masa kejayaan para striker terdahulu.

Maka mari kita buka lagi album kenangan itu. Siapa tahu, di antara nostalgia ini, kita bisa menemukan jawaban, atau minimal, alasan untuk tersenyum, tentang ke mana sebenarnya para striker Italia "pergi".

Buku ini, "Calcio’s Greatest Forward: Serie A’s Finest Attackers" karya George Rinaldi, membuat kita merindukan masa-masa keemasan para penyerang Serie A, yang saya tonton saat masih kanak-kanak dan remaja. Buku yang menampilkan kisah 21 striker terbaik yang pernah menghiasi Liga Italia. 

Roberto Baggio.

Alessandro Del Piero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: