Super Pippo dan Nostalgia Penyerang Maestro

Super Pippo dan Nostalgia Penyerang Maestro

Buku Calcio’s Greatest Forwards yang membahas striker-striker tajam Italia sepanjang masa.--

Antonio Di Natale.

Roberto Mancini.

Pippo Inzaghi.

Giuseppe Signori.

Francesco Totti.

Christian Vieri.

Mereka dipersandingkan dengan sejumlah nama penyerang asing seperti Hernan Crespo, Gabriel Batistuta, Andriy Shevchenko, David Trezeguet, dan Marco van Basten.

Masih ada Luca Toni yang telah menyarangkan lebih dari 300 gol sepanjang kariernya, yang dengan sejumlah pertimbangan tidak dimasukkan dalam buku ini.

Ada kesamaan di antara mereka: dilahirkan dari sebuah kultur taktis yang kokoh. "No footballing culture has made life more difficult for the men charged with scoring," tulis jurnalis Gabriele Marcotti dalam pengantar buku tersebut.

Italia lebih dikenal dan identik dengan kultur sepak bola yang mendewa-dewakan pertahanan yang kokoh. Kita menyebutnya grendel. Catenaccio.

Taktik sepak bola ultra-defensif yang berfokus pada pertahanan zona super rapat. Namun dari kultur seperti itulah justru lahir penyerang-penyerang andal.

Jika nelayan tangguh dilahirkan di laut yang ganas, penyerang hebat Italia dilahirkan dari sejumlah tebasan dan tekel pemain-pemain bertahan yang ganas bagai seekor hiu yang mencium bau darah.

Bunga di Atas Aspal

Meminjam pernyataan dari musisi Jovanotti, penyerang sepak bola di Italia adalah "fiori cresciuto sull’asfalto e sul cemento", bunga yang tumbuh di atas aspal dan semen.

"Di Serie A, selain keterampilan, Anda juga membutuhkan sesuatu yang ekstra. Entah itu visi dan kreativitas yang luar biasa, kemampuan atletik yang aneh, atau sifat egois seorang pencetak gol alami," tulis Gabriele Marcotti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: