Prabowo Wajib Belajar Lagi ke Gus Dur
ILUSTRASI Prabowo Wajib Belajar Lagi ke Gus Dur.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
BACA JUGA:Kapolri Mendahului atau Melawan Presiden Prabowo?
”Pemerintah memiliki berbagai data dan laporan intelijen terkait berbagai pihak yang mencoba memengaruhi opini publik. Pemerintah akan menertibkan berbagai praktik yang merugikan negara, termasuk korupsi.”
Menurutnya, saat ini pemerintah tetap mengedepankan pendekatan yang berbasis bukti dan keyakinan bahwa masyarakat akan memahami langkah-langkah yang diambil pemerintah.
Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi tantangan global, termasuk kemungkinan kondisi ekonomi yang sulit.
Meski demikian, ia optimistis Indonesia memiliki kekuatan besar untuk menghadapi berbagai krisis.
”Kita menghadapi tantangan, kita siap skenario-skenario yang paling buruk. Tapi, kita punya kekuatan, negara kita punya kekuatan yang besar. Tinggal kita mengelolanya sebagaimana pernah kita atasi krisis-krisis yang besar.”
Catatan penulis ada tiga hal.
Pertama, Presiden Prabowo wajib belajar kembali ke Gus Dur. Minimal belajar dari apa yang dilakukan Gus Dur. Datangi musuh-musuh politiknya. Itu langkah yang menenteramkan rakyat.
Langkah itu mengalahkan jutaan kata-kata. Beda politik, beda jalan pikiran diizinkan demokrasi. Cara tersebut pasti akan diterjemahkan beda oleh bawahan presiden.
Kedua, pengamat politik yang dinilai presiden melemahkan dan memengaruhi publik, datangi dan undang. Ajak diskusi. Terima masukan dengan lapang dada.
Cara itu akan melahirkan anak buah presiden yang mau datang ke kampus untuk dialog. Ke ormas untuk menjaring pendapat. Bagi tugas untuk mengatasi masalah dengan dialog tersebut belum terdistribusikan dengan baik.
Ketiga, jangan kaget kalau kekerasan terhadap aktivis mahasiswa dan prodemokrasi sering terjadi, jelas bukan perintah presiden, tapi itu menerjemahkan narasi presiden dengan cara yang salah.
Belum lagi, oposisi presiden bisa menggunakan ragam cara untuk menghidupkan stigma lama, yang sempat menjadi trauma politik. Hal itu wajib dicermati.
Solusinya, jajaran aparat hukum cepat bertindak, menteri yang sudah senior di bidang hukum, datangi aktivis atau undang dialog. Cara-cara tersebut menenteramkan rakyat. (*)
*) Yusron Aminulloh, wartawan senior.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: