Elnusa Targetkan Efisiensi Operasi Migas 25 Persen
PT Elnusa Tbk (ELSA) menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi low-cost operator hulu minyak dan gas bumi kelas dunia dalam menghadapi dinamika industri migas tahun 2026.-Humas Pertamina-
HARIAN DISWAY - PT Elnusa Tbk (ELSA), member Of Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya untuk bertransformasi menjadi low-cost operator hulu minyak dan gas bumi kelas dunia dalam menghadapi dinamika industri migas tahun 2026, Senin, 6 April 2026.
Direktur Utama Elnusa Litta Ariesca menyampaikan bahwa strategi ini difokuskan pada pengembangan lapangan marginal melalui pendekatan efisiensi berbasis teknologi dan inovasi. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas volatilitas harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global.
“Ke depan, kami akan fokus sebagai low-cost operator untuk menggarap lapangan marginal. Kami menargetkan kegiatan operasi bisa 15 persen hingga 20 persen, bahkan mencapai 25 persen lebih efisien dibandingkan operasi migas saat ini,” ujar Litta Ariesca.
Langkah strategis ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap target pemerintah dalam mencapai produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFPD). Elnusa mengusung tema "Rediscover Technology and Innovation Age" untuk memperkuat aspek tersebut.

PT Elnusa Tbk (ELSA) bertransformasi di Jakarta menjadi low-cost operator hulu migas kelas dunia dengan target efisiensi hingga 25 persen pada tahun 2026. -Humas Pertamina-
“Transformasi ini bukan hanya soal menghadirkan teknologi baru, tetapi bagaimana membangun ekosistem kerja di mana setiap Perwira Elnusa mampu berpikir lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dalam menjalankan operasional,” tambah Litta.
Elnusa terus memperkuat kapabilitas layanan hulu migas yang mencakup ekosistem terintegrasi mulai dari geoscience, survei seismik, pengeboran, hingga optimasi lapangan eksisting. Perseroan juga aktif menjalin sinergi dengan entitas Pertamina Group, termasuk Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Pertamina Technology, Innovation & Infrastructure (TI&I).
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi vibroseis untuk Enhanced Oil Recovery (EOR) serta penggunaan alat Inline Inspection (ILI) guna memastikan keandalan jaringan pipa migas nasional. Teknologi ILI memungkinkan deteksi dini terhadap kondisi pipa sepanjang lebih dari 21.000 km.
“Melalui teknologi ILI, kami dapat melakukan deteksi dini terhadap kondisi pipa, sehingga tindakan pemeliharaan dapat dilakukan secara tepat waktu sebelum terjadi potensi kebocoran,” jelas Litta.
BACA JUGA:Geopolitik Memanas, Pertamina Percepat Transisi EBT
BACA JUGA:Kembangkan Bioetanol Indonesia, Pertamina NRE Gandeng US Grains & BioProducts Council
Selain memperkuat bisnis inti, Elnusa juga terus mendorong diversifikasi usaha, termasuk pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas. Perseroan bahkan melakukan ekspansi pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke negara Aljazair.
Litta menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan prinsip operational excellence dan integrasi end-to-end di seluruh lini bisnis. Ke depan, Elnusa akan terus meningkatkan teknologi untuk memberikan kontribusi optimal terhadap target produksi nasional serta menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan.
Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, Elnusa memiliki kompetensi inti pada jasa hulu migas terintegrasi. Layanan tersebut meliputi jasa Geoscience & Reservoir, jasa pengeboran dan pemeliharaan lapangan migas, hingga jasa distribusi dan logistik energi di Indonesia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: