El Nino Godzilla di Depan Mata, Mentan: Tidak Separah Tahun 2015
Hadapi El Nino tahun 2026, pemerintah nyatakan sudah berpengalaman menghadapi kekeringan yang lebih parah di tahun 2015, stok pangan dari hasil pertanian mencukupi untuk kebutuhan nasional-Kementan-
MAKASSAR, HARIAN DISWAY - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah sudah berpengalaman menghadapi musim kemarau dampak El Nino Godzilla. Menurutnya, situasi saat ini masih lebih baik jika dibandingkan tahun 2015.
“Katanya kering enam bulan, oke. Tapi sepertinya masih lebih tinggi El Nino yang dulu, (tahun,Red) 2015. Kami sudah pengalaman mengelola El Nino bersama teman-teman, (tahun,Red) 2015, 2023, 2024,” kata Amran dalam kunjungan ke Makassar, Sulawesi Selatan pada Senin, 6 April 2026.
Dia pun menyatakan dengan prediksi kemarau panjang selama enam bulan, pemerintah memproyeksikan stok pangan dalam negeri aman hingga 11 bulan mendatang. Perhitungan ketahanan stok pangan ini didasarkan pada gabungan ketersediaan beras nasional saat ini, baik yang ada di gudang Bulog, sektor swasta, maupun potensi panen yang sedang dan akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
“Sebelas bulan ke depan ini aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman. Sedangkan kekeringan hanya 6 bulan. Berarti aman, pangan aman,” ucap Amran.
BACA JUGA:Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Hadapi El Nino 'Godzilla', Cadangan Beras Melimpah Hingga 2027
BACA JUGA:Waspadai Fenomena El Nino di Semester II 2026, Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang dan Kering
Menurut Amran, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan, jumlah tersebut diprediksi akan bertambah menjadi 5 juta ton. Selain itu, terdapat stok beras swasta di sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeka) yang saat ini mencapai 12,5 juta ton.
Kemudian, ada juga tambahan stok dari hasil panen tanaman yang sudah ada (standing crop) dengan potensi sebesar 11 juta ton.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin stok beras nasional aman sepanjang El Nino tahun 2026-Kementan-
Kemudian, melalui berbagai kebijakan seperti program pompanisasi untuk mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca panas mulai April 2026, Amran memperkirakan akan ada tambahan panen hingga 2 juta ton per bulan, sehingga akan ada tambahan stok beras sebesar 12 juta ton.
BACA JUGA:Musim Kemarau di Indonesia Meluas, BMKG Imbau Waspadai Potensi El Nino pada Semester II 2026
BACA JUGA:815 Desa di Jatim Terancam Kekeringan Akibat 'Godzilla El Nino'
Dengan demikian, ia memproyeksikan stok beras sangat aman, bahkan hingga lebih dari 11 bulan atau sampai puncak panen tahun 2027.
“Berarti bisa sampai Maret, panen puncak tahun depan, aman. Bahkan bisa overlap sampai April 2027,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: