Eksodus Tech3 ke Honda: Akankah KTM Menjadi Suzuki Kedua di MotoGP?
Enea Bastian ini, saat berswafoto dengan seluruh kru di garasi Tech3, usai amankan podium ketiga di Sprint GP Amerika Serikat 2026--Twitter Motorpasion Moto @motorpasionmoto
HARIAN DISWAY- Stabilitas grid MotoGP terancam guncangan besar menjelang transisi regulasi tahun 2027. Kabar kedekatan tim satelit Tech3 dengan pabrikan Honda tidak hanya sekadar rumor perpindahan mitra, melainkan sinyal bahaya bagi eksistensi KTM di kelas premier.
MotoGP Sports Entertainment Group (SEG), mana baru Dorna Sports, kini mulai mencemaskan kemungkinan terburuk: kehilangan pabrikan Austria tersebut sebagaimana mereka kehilangan Suzuki beberapa musim lalu.
Jika Honda berhasil mengamankan enam motor di lintasan pada 2027, KTM berisiko terisolasi dalam pengembangan mesin baru yang berujung pada potensi pengunduran diri secara mendadak dari kejuaraan balap Dunia.
Manuver Honda Ekspansi Enam Motor
Menjelang era regulasi baru mesin 850cc di tahun 2027, Honda berambisi memperluas jajaran motornya di lintasan. Setelah gagal membujuk Gresini Racing yang memilih setia bersama Ducati, pabrikan asal Jepang tersebut kini mengalihkan fokus sepenuhnya kepada Tech3.
Honda tidak hanya ingin mempertahankan LCR, tetapi menargetkan total enam motor spesifikasi pabrikan di grid. Langkah ini diambil demi mengumpulkan data sebanyak mungkin untuk mempercepat pengembangan RC214V versi terbaru.
Menurut laporan media MotorPasionMoto, kesepakatan antara Honda dan Tech3 dikabarkan sudah mencapai tahap akhir. Semacam penyelarasan ide dalan detail kontraknya.
BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Ekspansi ke MotoGP Lewat AVA, Gandeng Fermin Aldeguer
BACA JUGA:Bursa Transfer MotoGP 2027: Izan Guevara Masuk Radar Yamaha, Siap Susul Alonso dan Holgado
KTM di Ambang Krisis Tim Satelit
Bagi KTM, kehilangan Tech3 adalah pukulan telak. Sejak meninggalkan Yamaha pada 2019, tim balap Prancis milik Herve Poncharal tersebut telah menjadi pilar tunggal skuad satelit KTM.
Bertepatan dengan peralihan kepemilikan dari Herve Poncharal ke Gunther Steiner sebagai pemilik baru Tech3, kontrak Tech3 sebagai tim satelit KTM akan berakhir pada penghujung 2026, dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda perpanjangan.
Jika Tech3 benar-benar pindah ke Honda, KTM terancam menjadi pabrikan dengan jumlah motor paling sedikit di grid. Situasi ini memicu kekhawatiran MotoGP SEG.

Dari kiri, Gunther Steiner dan Herve Poncharal, usai kesepakatan akuisisi Tech3 Racing. --Twitter Mexxess France @Mexxess_France
Ingat, kasus KTM sekarang mungkin akan serupa Suzuki di masa lalu. Berkaca pada kasus Suzuki yang memutuskan mundur mendadak pada akhir 2022, karena merasa tidak memiliki struktur pendukung yang cukup kuat (hanya dua motor) dan masalah efisiensi pabrikan utama di Jepang.
Faktor Ekonomi dan Kontrak Jangka Panjang
Ketakutan MotoGP SEG bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, KTM dan empat pabrikan lainnya masih dalam tahap negosiasi mengenai kontrak kolektif dengan kejuaraan untuk periode setelah 2026. Belum adanya tanda tangan resmi di atas kertas, membuat posisi KTM terlihat rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: