Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif, Jangan Salah Menilai!

Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif, Jangan Salah Menilai!

Ini pentingnya orang tua paham beda anak aktif vs hiperaktif agar tumbuh kembang tetap optimal. --Pinterest

Sementara itu, anak hiperaktif akan mengalami kesulitan besar untuk tetap tenang. Bahkan dalam kondisi yang menuntut kedisiplinan tinggi.

Selain itu, anak hiperaktif biasanya menunjukkan pola perilaku yang konsisten di berbagai lingkungan. Baik di rumah, sekolah, maupun tempat umum.

Mereka juga cenderung mudah terdistraksi, sulit menyelesaikan tugas, dan sering kehilangan fokus. Bahkan dalam aktivitas sederhana.


Anak nggak bisa diam bukan berarti hiperaktif Bisa jadi dia cuma aktif dan penuh rasa ingin tahu!. --Pinterest

BACA JUGA:Gentle Parenting, 7 Tip Efektif Pola Asuh untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Anak

BACA JUGA:4 Cara Smart Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Seimbang di Sekolah, Hobi, dan Kehidupan

Dampak dari kondisi hiperaktif juga bisa lebih luas. Anak mungkin mengalami kesulitan dalam bersosialisasi, sering mendapat teguran dari guru, hingga merasa kurang percaya diri. Karena dianggap “berbeda” dari teman-temannya. 

Itulah pentingnya kepekaan orang tua. Jangan sekadar menganggapnya sebagai kenakalan biasa. Para ahli menyarankan orang tua untuk tidak terburu-buru memberi label pada anak. 

Observasi secara menyeluruh sangat penting. Baru menyimpulkan apakah anak hanya aktif atau menunjukkan gejala hiperaktif.

Jika perilaku anak dirasa berlebihan, berlangsung dalam jangka waktu lama, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional menjadi langkah yang bijak.

BACA JUGA:Tip Co-Parenting, Kenali Inner Child Orang Tua untuk Berikan Rasa Nyaman Pada Anak

BACA JUGA:Stranger Danger, Gaya Parenting Home Alone ala Keluarga Kecil Macaulay Culkin & Brenda Song

Dalam praktiknya, pendekatan yang diberikan pun berbeda. Anak aktif membutuhkan ruang yang cukup untuk menyalurkan energinya. Seperti melalui olahraga atau kegiatan kreatif. 

Sementara itu, anak hiperaktif memerlukan pendampingan yang lebih terstruktur. Termasuk pola rutinitas yang konsisten, terapi perilaku, hingga dukungan dari lingkungan sekolah.

Memahami perbedaan itu tak semata soal pengetahuan. Tetapi juga bentuk kepedulian. Dengan pemahaman yang tepat, orang tua dapat memberikan dukungan yang sesuai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: