Michelin Bantah Dominasi Aprilia di MotoGP 2026 karena Faktor Ban, Ini Penyebab Aslinya!
Piero Taramasso, direktur Motorsport Michelin, saat di GP Thailand 2026--Twitter Wisdom Boyz @Wisdom_Boyz
HARIAN DISWAY- Teka-teki di balik melesatnya Aprilia RS-GP pada awal musim MotoGP akhirnya terjawab. Spekulasi sempat muncul, menyebut tim Italia ini diuntungkan oleh ban kaku terbaru. Namun, Michelin memberikan pengakuan mengejutkan. Performa luar biasa Aprilia bukan "hadiah" dari ban. Semua berkat evolusi radikal motor mereka, yang kini selangkah lebih maju dibanding rival-rivalnya, termasuk juara bertahan, Ducati.
Pabrikan ban asal Prancis, Michelin, akhirnya angkat bicara menanggapi spekulasi yang menyebut Aprilia mendapatkan keuntungan besar dari regulasi ban terbaru musim 2026.
Michelin dengan tegas membantah anggapan bahwa performa impresif pabrikan Noale tersebut semata-mata karena faktor teknis ban.
Direktur Motorsport Michelin, Piero Taramasso, menyatakan pihaknya tidak percaya jika dominasi Aprilia di awal musim ini disebabkan oleh penggunaan ban belakang dengan konstruksi yang lebih kaku. Menurutnya, motor RS-GP memang memiliki "sesuatu yang ekstra" yang tidak dimiliki oleh para pesaingnya saat ini.
Dominasi Awal Musim Aprilia
Aprilia mengawali musim dengan performa luar biasa, mengantongi tiga kemenangan Grand Prix dan satu kemenangan Sprint. Pencapaian ini menempatkan mereka dengan nyaman di puncak klasemen sementara menjelang seri Eropa di Jerez akhir bulan ini.
BACA JUGA:Eksodus Tech3 ke Honda: Akankah KTM Menjadi Suzuki Kedua di MotoGP?
BACA JUGA:Cristiano Ronaldo Ekspansi ke MotoGP Lewat AVA, Gandeng Fermin Aldeguer
Beberapa pihak, termasuk pembalap anyar Ducati, Marc Marquez, sempat berteori bahwa RS-GP bekerja lebih optimal dengan konstruksi ban belakang Michelin yang lebih keras.
Sejatinya, ban jenis itu sudah diperkenalkan pada seri pembuka di Buriram dan Goiania, untuk mengatasi tekanan termal yang tinggi.
Spekulasi tersebut semakin menguat setelah melihat performa gemilang Marco Bezzecchi. Namun, Michelin meluruskan bahwa ban 2026 sebenarnya adalah pengembangan dari tahun sebelumnya yang sudah pernah diuji coba pada GP Indonesia tahun lalu.

Marco Bezzecchi (72), di kepung tiga pembalap Ducati, Marc Marquez, Pecco Bagnaia dan Fabio Di Giannantonio, saat di GP Amerika Serikat 2026--Twitter lacasadelmotorsport @lcdms2024
Faktor Motor, Bukan Hanya Ban
Klaim bahwa kesuksesan Aprilia hanya karena faktor eksternal mulai terbantahkan di GP Austin. Di sana, Bezzecchi terbukti mampu memimpin setiap putaran menggunakan kompon ban standar Michelin, bukan tipe ban kaku yang diperdebatkan.
"Saya selalu berpikir itu bukan masalah utama. Kami sudah menawarkan konstruksi ban kaku selama beberapa musim terakhir, sehingga semua tim seharusnya sudah paham cara menyesuaikan pengaturannya,. Saat ini, Aprilia benar-benar memiliki motor yang spesial." ujar Taramasso dikutip dari Motorsport.com.
BACA JUGA:Bursa Transfer MotoGP 2027: Izan Guevara Masuk Radar Yamaha, Siap Susul Alonso dan Holgado
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: