1.806 Siswa Jatim Ikuti LKS Dikmen 2026 di 52 Bidang Kompetensi

1.806 Siswa Jatim Ikuti LKS Dikmen 2026 di 52 Bidang Kompetensi

Sebanyak 1.806 siswa Jawa Timur mengikuti LKS Dikmen 2026 di 52 bidang lomba yang digelar di Surabaya, Sidoarjo, dan Blitar.--

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sebanyak 1.806 siswa dari berbagai sekolah di Jawa Timur mengikuti Lomba Kompetensi Siswa Pendidikan Dasar dan Menengah (LKS Dikmen) tingkat provinsi tahun 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 10 April 2026, Rabu, 8 April 2026.

Para peserta berkompetisi dalam 52 bidang lomba dan dua bidang eksibisi yang digelar di berbagai lokasi, meliputi 21 SMK di Surabaya, satu SMK di Sidoarjo, serta satu SMK di Blitar. Seluruh cabang lomba saat ini telah berjalan dengan lancar dan tertib.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pelaksanaan LKS tahun ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para peserta. Ia menilai semangat siswa menjadi indikator kuat bahwa ajang ini sangat dinantikan.

“Hingga hari ini, sejak hari pertama saya keliling meninjau pelaksanaan LKS tingkat provinsi, Alhamdulillah semua berjalan lancar dan tertib, termasuk para peserta yang sangat antusias,” katanya.

BACA JUGA:Hattrick, Jawa Timur Kembali Raih Juara Umum LKS Nasional

BACA JUGA:LKS Nasional ke-31 Digelar Tatap Muka Lagi, Diikuti Hampir Seribu Pelajar

Menurut Aries, kualitas peserta LKS Dikmen tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Ia melihat kemampuan siswa dari berbagai daerah di Jawa Timur semakin merata dan kompetitif.

“Saya melihat skill anak-anak hampir sudah merata di seluruh daerah. Dari pertandingan hari ini, kualitas dan mutu siswa semakin baik karena apa yang mereka kerjakan sudah sesuai dengan materi lomba masing-masing,” ujarnya.

Peningkatan kualitas tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk bersaing di tingkat nasional. Pelaksanaan LKS provinsi yang lebih awal juga bertujuan agar para pemenang dapat mengikuti training center sebagai persiapan lanjutan.

Ia menjelaskan bahwa sejak tahun lalu nomenklatur lomba berubah menjadi LKS Dikmen karena tidak hanya diikuti siswa SMK, tetapi juga melibatkan siswa SMA sederajat pada beberapa bidang tertentu.

“LKS ini sejak tahun kemarin namanya LKS Dikmen karena tidak hanya murid SMK, tetapi juga murid SMA sederajat. Di ajang ini ada beberapa keterampilan lomba yang pesertanya dari SMA, seperti lomba 3D Game Art,” tuturnya.

LKS Dikmen menjadi ajang prestisius karena menguji keterampilan siswa dengan melibatkan juri dari kalangan industri hingga peraih kompetisi tingkat dunia. Para peserta juga dituntut menyelesaikan tugas dalam batas waktu tertentu dengan hasil maksimal.

Pemenang LKS tingkat nasional nantinya berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional seperti WorldSkills ASEAN dan WorldSkills Competition. Selain itu, sertifikat LKS juga dapat dimanfaatkan sebagai portofolio untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan melalui jalur Golden Ticket.

“Tahun ini beberapa murid SMK lolos di jalur Golden Ticket dengan menggunakan sertifikat LKS,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: