7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Membentuk Anak Jadi Pemarah

7 Kesalahan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Membentuk Anak Jadi Pemarah

Anak sering emosi? Jangan langsung disalahkan Bisa jadi pola asuh di rumah yang perlu diperbaiki.--SUPER MILD

HARIAN DISWAY - Sifat pemarah pada anak sering kali bukan muncul begitu saja. Banyak faktor yang memengaruhi.

Terutama dari lingkungan keluarga dan pola asuh sehari-hari. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan orang tua justru bisa membentuk emosi anak. Mereka jadi lebih mudah meledak.

Berikut 7 kesalahan yang sering terjadi:

1. Terlalu Sering Membentak Anak

Nada tinggi dan bentakan membuat anak meniru cara tersebut dalam mengekspresikan emosi. Anak belajar bahwa marah adalah respons yang wajar saat menghadapi masalah.


Ini strategi orang tua menghadapi anak kecanduan gadget.-pvproductions-freepik.com

2. Kurang Memberi Perhatian

Anak yang merasa diabaikan cenderung mencari perhatian dengan cara negatif. Termasuk marah atau tantrum. Emosi menjadi “alat” untuk mendapat respons dari orang tua.

BACA JUGA:Hari Buku Anak Sedunia 2026, Rekomendasi Buku Cerita Terbaik untuk Tingkatkan Literasi Anak Sejak Dini

BACA JUGA:Bijak Terapkan Parenting di Era Gadget, Jangan Sampai Batasi Kreativitas Anak

3. Aturan yang Tidak Konsisten

Hari ini dilarang, besok diperbolehkan. Pola seperti itu membuat anak bingung dan frustrasi. Sehingga lebih mudah tersulut emosi. Karena tidak ada batasan yang jelas.

4. Terlalu Memanjakan Anak

Anak yang selalu dituruti keinginannya akan kesulitan menerima penolakan. Ketika keinginannya tidak terpenuhi, mereka lebih mudah marah. Karena tidak terbiasa menghadapi kekecewaan.


Batasi anak saat bermain gadget dengan game edukasi seru.--pexels

5. Mengabaikan Perasaan Anak

Ucapan seperti “jangan nangis” atau “itu sepele” membuat anak merasa emosinya tidak dihargai. Akibatnya, anak menyimpan emosi dan meluapkannya dalam bentuk kemarahan.

6. Orang Tua Sulit Mengontrol Emosi

Anak adalah peniru ulung. Jika orang tua mudah marah, anak akan mencontoh perilaku tersebut. Lalu menganggapnya sebagai hal yang normal.

BACA JUGA:4 Cara Smart Parenting yang Membantu Anak Tumbuh Seimbang di Sekolah, Hobi, dan Kehidupan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: