Komisi A DPRD Surabaya Kritik WFH ASN di Jumat, Rawan Diselewengkan!

Komisi A DPRD Surabaya Kritik WFH ASN di Jumat, Rawan Diselewengkan!

Surat edaran Wali Kota Pasuruan mengatur ASN eselon II dan III tidak berlaku WFH-Lailiyah Rahmawati -

HARIAN DISWAY - Kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya setiap hari Jumat mulai menjadi perhatian serius dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Meski kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait penerapan pola kerja fleksibel, pelaksanaannya di tingkat daerah dinilai masih perlu disesuaikan agar tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu kinerja pelayanan publik.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya Tri Didik Adiono menilai bahwa konsep WFH pada dasarnya memang relevan dengan kebutuhan efisiensi dan efektivitas kerja.

Namun, ia menyoroti bahwa pemilihan hari pelaksanaan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, penetapan hari Jumat justru berpotensi menimbulkan celah yang dapat dimanfaatkan secara tidak tepat oleh sebagian ASN.

BACA JUGA:Jukir Vs Warga, Komisi C DPRD Surabaya Dukung Digitalisasi Parkir dan Tekankan Adaptasi

BACA JUGA:Aksi Tawuran di Jalan Moestopo, Komisi A DPRD Surabaya Minta Pemkot Tingkatkan Patroli

"Ya, kalau menurut saya memang untuk efisiensi dan efektivitas WFH itu memang perlu. Akan tetapi kalau menurut saya, di hari Jumat itu kurang efektif," ujar Didik, Kamis, 9 April 2026.

Ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa pelaksanaan WFH di hari Jumat yang berdekatan dengan akhir pekan bisa mendorong perilaku kurang disiplin.


Pemerintah wajibkan ponsel ASN tetap aktif selama WFH untuk lacak lokasi.--pinterest

Dalam pandangannya, tidak menutup kemungkinan ASN memanfaatkan momen tersebut untuk bepergian keluar kota sejak Jumat-Minggu.

"Karena gini, kekhawatiran kami adalah Jumat dianggap nanti kan WFH. Mereka akhirnya ASN ini Jumat, Sabtu, Minggu ternyata tidak di Surabaya atau ya, dianggap dino kecepit lah, anggapannya ya, bahasanya seperti itu," ungkap Didik.

Kondisi seperti itu dinilai berisiko menurunkan produktivitas dan kedisiplinan jika tidak diantisipasi sejak awal. Maka, Didik mendorong agar jadwal WFH dipindahkan ke hari tengah pekan.

BACA JUGA:Pembatasan Medsos Anak, DPRD Surabaya Minta Kajian Soal Ekskul Gim Online di Sekolah

BACA JUGA:Warga Gunung Anyar Tambak Keluhkan Banjir, Komisi C DPRD Surabaya Dorong Kajian Drainase

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: